KPU coklit data pemilih di kediaman Sultan

KPU coklit data pemilih di kediaman Sultan

Sri Sultan HB X dan GKR Hemas. (Foto Antara)

Yogyakarta (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di kediaman Gubernur, Sri Sultan HB X, di Keraton Kilen, Yogyakarta, Selasa.

Petugas Pemutahiran Data Pemilih (Pantarlih) KPU Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih dalam keluarga Raja Keraton Ngayogyakarta didampingi Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan serta Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono.

"(Kedatangan) KPU dengan Pantarlih dan sebagainya dalam rangka melaksanakan tugas Undang-Undang. Semoga ini bisa berjalan dengan baik," kata Sultan HB X.

Sultan juga mengimbau warga Daerah Istimewa Yogyakarta bersikap kooperatif saat petugas melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih di kediaman mereka.

"Saya juga mohon masyarakat di Yogyakarta ini punya partisipasi yang tinggi untuk bisa melaksanakan tugas nanti pada Pilpres 2019 sebagai calon pemilih," kata Sultan.

Ada tujuh kepala keluarga (KK) yang datanya diteliti petugas Pantarlih di Keraton Kilen yakni keluarga Sultan HB X dan GKR Hemas, KPH Purbodiningrat dan GKR Maduretno, KPH Notonegoro dan GKR Hayu, GKR Condrokirono dan RM Gustilantika Marrel Suryokusumo kemudian Zuskar N, GBRY Sri Kuswarjanti dan RM Sakanti Kuswardana.

Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan kedatangan petugas Pantarlih memulai coklit data pemilih di kediaman Sultan HB X lalu melanjutkannya ke rumah Wali Kota Yogyakarta serta empat bupati di DIY.

"Di Yogyakarta coklit serentak dilakukan hari ini. Hari ini seluruh kepala daerah di DIY baik wali kota serta bupati dan nanti sore kami lanjutkan ke rumah tokoh masyarakat dan tokoh agama," kata dia.

Coklit, menurut dia, merupakan tahapan yang sangat penting karena mencakup pendaftaran dan pendataan warga yang berhak menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019.

"Dengan ketemu langsung dengan kepala keluarga akan ketemu apakah pemilih itu sudah pindah domisi kependudukan atau masih di sini. Konfirmasi seperti inilah yang dibutuhkan oleh pantarlih," kata dia.

Baca juga: KPU coklit data pemilih untuk Pemilu 2019

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar