counter

Produk furnitur Indonesia diminati pasar Dubai

Produk furnitur Indonesia diminati pasar Dubai

Beberapa produk furnitur yang dipamerkan pada Indonesia International Furniture Expo 2015 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, kamis. (Sella Panduarsa Gareta)

Jakarta (ANTARA News) - Produk furnitur berkualitas premium yang dipamerkan di INDEX Exhibition, Dubai World Trade Centre, Dubai, Persatuan Emirat Arab, diminati pasar karena produk yang dipamerkan oleh pelaku usaha dalam negeri terjual habis.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai Heny Rusmiati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya memfasilitasi Jatra Design Furnitur untuk turut serta pada pameran yang diikuti oleh 1.000 peserta dari 50 negara itu.

"Seluruh produk Jatra Design Studio yang dibawa ke INDEX Exhibition terjual habis. Produk-produk yang diminati antara lain meja rapat besar, sofa, dan kursi tamu. Beberapa buyer tercatat telah melakukan repeat order," kata Heny.

Selain itu, lanjut Heny, Jatra Design Studio juga mendapatkan tawaran dari pelaku usaha furnitur asal Oman, Arab Saudi, dan PEA untuk menjadi distributor di kawasan Timur Tengah.

"Salah satu perusahaan yang tertarik menjadi agen tersebut adalah Almas Design yang merupakan perusahaan furnitur terbesar di PEA dan telah memiliki beberapa gerai yang tersebar di PEA," imbuh Heny.

Pada pameran tersebut, Jatra Design Studio juga melakukan kontak lanjutan dengan mitranya di PEA yaitu Neocasa Interiors yang telah dirintis sejak tahun 2017. Neocasa Interiors merupakan perusahaan ternama di PEA yang memasok furnitur di properti keluarga kerajaan di PEA.

Perusahaan tersebut ingin melakukan penjajakan lanjutan untuk menjadi investor di pabrik Jatra Design Studio di Indonesia, khususnya dalam memproduksi papan partikel (chipboard) untuk produk furnitur kualitas premium. Hingga saat ini, kedua belah pihak masih mempelajari kesepakatan kontrak kerja sama investasi.

"Jatra Design Studio telah meminta bantuan ITPC Dubai untuk memfasilitasi proses tersebut dan kami siap membantu," ujar Heny.

INDEX Exhibition merupakan pameran terbesar dalam bidang produk furnitur, kerajinan tangan, dan desain interior di PEA.

Pada pameran tersebut, sekitar 100 pengunjung potensial mendatangi stan Indonesia. Para pengunjung tercatat berasal dari PEA, Saudi Arabia, Oman, Lebanon, Kuwait, Iran, Australia, Macedonia, dan beberapa negara dari kawasan Afrika.

Selain itu, INDEX Exhibition merupakan salah satu pintu masuk untuk menjadi pemasok dalam proses pembangunan infrastruktur di negara tersebut.

"Saat ini, PEA sedang melakukan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran, terutama hotel dan apartemen, dalam rangka menyambut World Expo 2020 Dubai. Untuk itu, peluang ini diharapkan dapat dimanfaatkan para pelaku usaha Indonesia," jelas Heny.

Tercatat, total perdagangan nonmigas Indonesia-PEA tahun 2017 tercatat sebesar 2,1 miliar dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 1,5 miliar dolar AS dan impor sebesar 509,6 juta dolar AS. Dengan demikian Indonesia mengalami surplus perdagangan nonmigas sebesar satu miliar dolar AS.

Dari total ekspor nonmigas Indonesia ke PEA tahun 2017, produk furnitur memberikan kontribusi sebesar 0,57 persen saja. Ekspor furnitur Indonesia ke PEA pada tahun 2016 tercatat baru sebesar 10 juta dolar AS, atau hanya mencapai 1,2 persen dari total impor produk furnitur PEA dari seluruh dunia yang sebesar 820,30 juta dolar AS.

Baca juga: "Furnitur Indonesia" hubungkan perancang, manufaktur, dan pasar

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar