counter

Lampung ditargetkan jadi lumbung udang nasional

Lampung ditargetkan jadi lumbung udang nasional

Dokumentasi Presiden Joko Widodo (kanan) meninjau lahan tambak perhutani disela acara penyerahan izin pemanfaatan lahan tambak Perhutanan Sosial di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Pemerintah melalui program Perhutanan Sosial menyerahkan izin pemanfaatan dan pengolahan lahan hutan tambak negara seluas 830,55 hektare kepada warga untuk lahan percontohan, yang nantinya akan dikelola 38 Kepala Keluarga. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Target itu, sebagai upaya menindaklanjuti perintah Presiden untuk meningkatkan devisa negara melalui peningkatan ekspor nasional dari komoditas khusus udang."
Bandarlampung (ANTARA News) - Provinsi Lampung ditarget menjadi lumbung udang nasional menyusul diadakannya proyek strategi lumbung udang nasional.

"Target itu, sebagai upaya menindaklanjuti perintah Presiden untuk meningkatkan devisa negara melalui peningkatan ekspor nasional dari komoditas khusus udang," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Industri Maritim dan Peternakan (IPMP) Muhammad Nadjikh pada Rakor Budidaya Udang Nasional tahun 2018 dengan pembahasan Pengembangan Infrastruktur dan Kepastian Hukum, Komite Ekonomi dan Industri (KEIN), di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun dan mewujudkan koordinasi lintas lembaga untuk mendukung lampung sebagai lumbung pangan nasional dalam rangka mengingkatkan ekspor perikanan Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, merumuskan formulasi model kebijakan yang terintegrasi dalam mengatasi permasalahan infrastruktur dan kepastian hukum serta perijinan usaha.

Sebelumnya, Indonesia menempati peringkat kedua "Top Five Shrimp Exporters". Namun kini menjadi peringkat ke empat di bawah India, Vietnam, dan Ekuador.

"Hal ini mendorong pemerintah kembali menjadikan Indonesia sebagai pengekspor udang," katanya.

Ia mengatakan bahwa besarnya potensi dan pengaruh kontribusi ekspor udang terhadap perekonomian nasional, disikapi sangat serius oleh Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) melalui kelompok kerja industri perikanan, maritim, dan peternakan (IPMP).

Karena itu, lanjutnya, Pokja IPMP melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung sebagai representasi wilayah budidaya udang nasional. Lampung dinilai memberikan kontribusi besar terhadap suplai udang nasional.

"Provinsi Lampung sudah lama dikenal sebagai salah satu sentra produksi udang indonesia. Dua perusahaan raksasa dalam budi daya udang, yakni PT Dipasena Citra Darmaja (16.000 Ha) dan PT Central Proteina Prima (17.400 Ha) berdiri dan beroperasi di daerah Tulang Bawang dan Lampung Timur.

Sementara itu ratusan pengusaha tambak intensif prestasi di wilayah pesisir Lampung Selatan, Lampung Barat bahkan sampai di perbatasan Provinsi Bengkulu.

"Ribuan petambak semi intensif prestasi dan tradisional berbudi daya tambak udang di sepanjang pesisir Lampung Timur dan Lampung Selatan," katanya.

Pelaksana Tugas Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setprov Lampung Taufik Hidayat mengatakan optimistis bahwa Lampung akan kembali mengangkat sektror kelautan dan perikanan khususnya budi daya udang.

Adapun zona yang di tetapkan sebagai budi daya laut, yaitu Pesawaran, Lampung Selatan, Tanggamus, Bandar lampung dan Lampung Timur.

Ia mengharapkan, dapat mengatasi kendala-kendala yang terjadi di kawasan produksi udang di Provinsi Lampung.

Ke depan diharapkan mampu memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Provinsi Lampung.

"Pemprov akan terus mendorong produksi udang Lampung agar mampu menyumbang 40 persen dari produksi nasional," tambahnya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar