LKB berencana mendirikan pusat pelatihan songket Betawi

LKB berencana mendirikan pusat pelatihan songket Betawi

Arsip: Penjaga toko merapikan barang dagangan yang dijajakan di Outlet Souvenir Betawi Lenggang Jakarta, di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka outlet souvenir ini pada 23 Maret 2017 yang menjual produk kerajinan khas Betawi meliputi kain tenun, beragam hiasan dan ragam kuliner. (ANTARA FOTO/Wulan Lisnawati)

Jakarta (ANTARA News) - Pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi berencana mendirikan pusat pelatihan tenun dan songket khas Betawi di kawasan Setu Babakan Jakarta Selatan.

"Saya akan berdayakan kaum dhuafa, janda tidak mampu secara finansial, dan ibu PKK yang masih produktif dan memiliki kemampuan untuk berkarya menenun," kata Bendahara Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Anna Mariana di Jakarta, Selasa.

Anna mengatakan sebanyak 150 orang akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan mulai dari awal belajar, mengenal, cara menggunakan alat tenun dan songket, membuat pola, motif hingga mengenal pewarnaan.

Anna menuturkan cara membuat dan memahami motif kain tenun, songket hingga mahir menenun, menyongket, serta membuat pola dengan motif rancangan.

Saat ini, LBK menanggung pengrajin tenun songket mulai persiapan peralatan, honor hingga penyediaan bahan baku, dan pemasaran produk.

Anna menitikberatkan tujuan pelatihan itu agar warga mahir sebagai pengrajin dan memiliki penghasilan tetap.

Anna mengatakan tenun dan songket merupakan aset dan salah satu warisan budaya tradisional leluhur Bangsa Indonesia sehingga harus dilestarikan agar tidak punah.

Ia mengatakan sasaran pengrajin tenun dan songket menjadi barang "seksi" yang diminati warga asing bahkan menjadi ikon budaya wastra tradisional Indonesia melalui fesyen dan mode show bertaraf internasional.

Anna mencatat jumlah perajin binaan di seluruh pelosok Indonesia mencapai 15 juta orang termasuk generasi muda maupun pemula.

Anna berharap pejabat pemerintah seperti Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih memperhatikan tenun dan songket betawi.

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar