Tangerang budidaya mangrove dukung destinasi wisata bahari

Tangerang budidaya mangrove dukung destinasi wisata bahari

Wisata Hutan Mangrove Wisatawan menggunakan perahu melintas di kawasan hutan mangrove Desa Muara Ujung, Tangerang, Banten, Sabtu (19/10/17). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Tangerang (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan budidaya tanaman bakau (mangrove) untuk mendukung program destinasi wisata bahari di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga pada lahan seluas 15 hektare.

"Saat ini dilakukan pembibitan dan jumlahnya mencapai puluhan ribu untuk segera ditanam," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Tangerang, Herry Wibowo di Tangerang, Kamis.

Herry mengatakan telah mengandeng sejumlah pihak termasuk pengusaha setempat yang peduli terhadap lingkungan agar mereka bersedia mendukung pembibitan mangrove.

Bahkan pihaknya melakukan budidaya mangrove langka jenis "bruguiera cyilindrica" karena dianggap cocok dengan kondisi tanah dan perairan serta iklim di pesisir Tangerang.

Demikian pula mangrove langkah itu lebih maksimal untuk mencegah abrasi karena akar lebih besar dan menancap di tanah.

"Mangrove langka tidak mudah tumbang oleh hantaman ombak karena lebih kokoh dan cepat berkembang biak," katanya.

Saat ini Pemkab Tangerang membangun destinasi wisata bahari di Desa Tanjung Pasir dengan membangun jalan dan sarana serta prsarana pendukung lainnya.

Pada lokasi wisata itu dibangun tempat penjualan aneka kuliner, sarana memancing, tempat bermain anak dan lokasi parkir.

Namun tujuan utamanya adalah pengunjung dapat menikmati suasana pesisir sembari menikmati kuliner pada akhir pekan.

Pemkab Tangerang melalui instansi terkait telah membangun jalan penghubung dan jembatan agar pengunjung dapat sampai ke tujuan karena selama ini jalan rusak.

Sebelumnya, Pemkab Tangerang mengirim perwakilan sebanyak sembilan orang untuk mengikuti pelatihan budi daya mangrove di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Hal tersebut karena kondisi di pesisir saat ini sangat memprihatinkan karena ombak perairan Laut Jawa semakin ganas menyebabkan lahan produktif penduduk hilang.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar