counter

Laporan dari Beijing

China punya media baru

China punya media baru

Ilustrasi - Bendera China. (Wikimedia Commons)

Beijing (ANTARA News) - China memiliki media baru sebagai bagian dari perombakan besar-besaran sejumlah lembaga di bawah pemerintahan seperti diamanatkan dalam sidang umum Kongres Rakyat Nasional (NPC) pada bulan lalu.

China Media Group merupakan lembaga penyiaran baru yang dibentuk oleh tiga lembaga penyiaran resmi, yakni China Central Television, China National Radio, dan China Radio International.

Anggota Biro Politik Komite Pusat Partai Komunis China yang merangkap Ketua Departemen Publikasi PKC, Huang Kunming, menghadiri peresmian media baru tersebut di Beijing, Kamis (19/4).

Ia mendorong China Media Group menjadi media arus utama baru yang memiliki kekuatan untuk membimbing dan memengaruhi masyarakat.

"Restrukturisasi sangat penting sebagaimana prinsip partai dalam mengarahkan media," kata Huang sebagaimana dikutip Xinhua.

Huang juga menginstruksikan China Media Group mematuhi hak politik dan membimbing masyarakat sesuai dengan norma yang berlaku.

Sebagian besar media di China dikendalikan oleh pemerintah dan partai, meskipun ada juga yang dikelola pihak swasta.

Pada hari yang sama juga telah diresmikan Lembaga Kerja Sama Pembangunan Internasional China (CIDCA) yang dihadiri oleh Kepala Biro Politik pada Komisi Luar Negeri Komite Pusat PKC Yang Jiechi dan Penasihat Pemerintah merangkap Menteri Luar Negeri Wang Yi.

"Lembaga itu bertujuan untuk mendorong perdamaian dan kesetaraan pembangunan dunia sebagai bagian signifikan dari diplomasi umum China dan kerja sama internasional 'Belt and Road' (Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying di laman resmi lembaga tersebut, Jumat.

Pembentukan dua lembaga baru tersebut tertuang dalam salah satu keputusan yang dihasilkan pada sidang umum NPC atau setingkat DPR pada Maret 2018.
 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Wapres JK terima kunjungan kehormatan Wapres RRC

Komentar