Banyuwangi gandeng Bali barat jual wisata

Banyuwangi gandeng Bali barat jual wisata

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (ANTARA Foto/Fanny Octavianus)

Maka pilihannya adalah kolaborasi. Wisatawan mendarat di Banyuwangi, bisa dua atau tiga hari dulu di sini, lalu ke Bali barat. Jadi ada perputaran uang, Banyuwangi bukan sekadar tempat lewat."
Banyuwangi (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akan menggandeng Bali wilayah barat untuk menjual sejumlah tujuan wisata di wilayah paling timur Pulau Jawa itu.

"Kedekatan Banyuwangi dengan Bali adalah manfaat yang harus dioptimalkan. Keliru kalau Banyuwangi mau jalan sendiri tanpa memadukannya dengan paket wisata Bali," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Jumat.

Saat bertemu dengan pengusaha resor nasional Joshua Makes, Anas mengatakan bahwa pihaknya berupaya memperkuat paket wisata dengan kawasan Bali barat. Salah satu strateginya dengan mengoptimalkan Bandara Banyuwangi yang mulai menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang akan menuju ke Bali wilayah barat.

Joshua sendiri adalah pemilik jaringan hotel dan resor bermerek Plataran untuk kelas menengah ke atas yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Menurut Anas, untuk menuju Bali barat, para wisatawan bisa mendarat di Bandara Banyuwangi lalu menempuh perjalanan sekitar 30 menit menuju Pelabuhan Ketapang, kemudian menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

Dengan menjadi pintu masuk ke Bali barat, Banyuwangi bisa menarik wisatawan sebelum mereka menuju Bali.

"Maka pilihannya adalah kolaborasi. Wisatawan mendarat di Banyuwangi, bisa dua atau tiga hari dulu di sini, lalu ke Bali barat. Jadi ada perputaran uang, Banyuwangi bukan sekadar tempat lewat," kata Anas.

Joshua Makes mengakui, dalam setahun terakhir ini, para konsumennya memilih Bandara Banyuwangi sebagai alternatif menuju ke resor Plataran di kawasan Pulau Menjangan.

"Karena dari Banyuwangi jaraknya lebih dekat dibanding dari bandara di Denpasar. Menyeberang dengan kapal cepat cuma 30 menit, total perjalanannya hanya satu jam dari pusat kota Banyuwangi. Kalau dari Denpasar menuju resor kami bisa empat jam," kata Joshua.

Dia mencatat, sekitar 60 persen wisatawan yang menuju resor di Bali barat milik Joshua Makes kini memilih lewat Banyuwangi.

"Kami senang adanya Bandara Banyuwangi membuat akses ke Bali barat lebih mudah. Tapi tidak sekadar itu, kami berkomitmen membangun kolaborasi yang juga menguntungkan bagi masyarakat Banyuwangi, seperti memadukan paket wisata. Betul kata Bupati Anas, bahwa harus kolaborasi antara Banyuwangi dan Bali barat," ujarnya.

Joshua juga mengaku terkesan dengan perkembangan Banyuwangi. Sebelumnya, dia sempat mampir ke Mal Pelayanan Publik yang mengintegrasikan 160 layanan dalam satu atap.

"Perkembangan Banyuwangi cukup luar biasa. Saya tahu betul perkembangannya jika dibandingkan dengan sebelumnya karena saya tahu daerah ini sejak lama," ucap dia.

Sementara sesuai data di Pemkab Banyuwangi, jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi terus meningkat tiap tahunnya. Pada 2017 jumlahnya mencapai 188.949 orang, atau melonjak 67 persen dibandingkan 2016 sebanyak 113.153 penumpang. Dalam periode Januari-Maret 2018, jumlah penumpang melonjak 143 persen dibanding periode Januari-Maret 2017.

"Kemarin, co-founder Maskapai AirAsia berkunjung ke Banyuwangi untuk menjajaki pengembangan rute baru. Semoga nanti ada kabar menggembirakan," ucap Anas, berharap.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar