Manfaat sunat bayi perempuan menurut ahli

Manfaat sunat bayi perempuan menurut ahli

Ilustrasi area intim kewanitaan atau miss v (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Jakarta (ANTARA News) - Tak hanya untuk laki-laki, prosedur sunat juga dikenal untuk perempuan. Apakah ini bermanfaat untuk alasan medis?

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Valleria, SpOG mengatakan prosedur sunat menjaga kebersihan vagina terutama di sekitar klitoris sekaligus menghindarkannya dari bau tidak sedap. 

Prosedur ini mirip dengan tindakan hoodectomy yang jamak dilakukan dokter spesialis bedah di Dunia, namun dengan indikasi medis, yakni menoreh clitroral hood (tudung klitoris) atau ada juga yang memotongnya. 

Baca juga: Sunat perempuan-"female genital mutilation" berbeda

“Berbeda dengan tindakan Female Genital Mutilation (FGM) yang menghilangkan secara total atau sebagian dari organ genitalia eksterna wanita. Sunat perempuan dilakukan dengan cara menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris tanpa sedikitpun melukai klitoris, ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis. 

Secara teknis, tindakan sunat dilakukan pada usia kurang dari 5 tahun, dengan anatomi tudung klitoris yang masih sangat tipis dan belum banyak dilalui pembuluh darah serta saraf. 

Secara umum, perempuan memiliki tudung klitoris yang terbentuk secara genetik, dengan lebar dan tebal yang berbeda. Seiring bertambahnya usia, kelemahan atau elastisitas tudung kritoris menurun sehingga tidak sedap dipandang pasangan. 

Baca juga: MUI tolak larangan khitan perempuan

Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan membuat respon atau sensasi seksual menjadi terganggu. Seorang dokter asal Inggris, dr. Jacobson, mengatakan salah satu yang bisa menjadi penyebab perempuan yang bermasalah mendapatkan kepuasan seksual saat berhubungan intim dengan suaminya adalah karena tudung klitoris  yang terlalu tebal, besar sehingga menutupi klitoris.

Tudung klitoris berfungsi melindung kepala klitoris. Fungsi dari tudung klitoris adalah melindungi klitoris yang sensitif dari iritasi, dan cidera dan juga mencegah stimulasi berlebih pada situasi non seksual. 

Ukuran penutup klitoris sangat beragam, dari yang kecil hingga besar. Pada mereka kelompok indiviu dengan penutup klitoris yang besar, menjadikan kepala klitoris tidak bisa terlihat atau terpapar.

Baca juga: Kiat sunat pada usia dewasa

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar