counter

Laporan dari Singapura

Indonesia ajukan biaya perawatan kolektif Sekretariat ASEAN

Indonesia ajukan biaya perawatan kolektif Sekretariat ASEAN

Wakil Tetap RI untuk ASEAN Ade Padmo Sarwono. (ANTARA / Azizah Fitriyanti)

... gedung baru ini akan menjadi seperti Markas Besar PBB di New York, dan tentu saja ini akan menguatkan posisi Jakarta sebagai ibukota ASEAN...
Singapura (ANTARA News) - Indonesia telah mengajukan biaya perawatan gedung baru Sekretariat ASEAN di Jakarta secara kolektif kepada semua negara anggota dalam pertemuan Komite Wakil Tetap (CPR) ASEAN di Singapura.

"Sudah kami lakukan dan sekarang akan kami lakukan pengkajian berapa biaya yang dibutuhkan untuk operasionalisasi gedung dan juga para staf," kata Wakil Tetap Indonesia untuk ASEAN, Ade Padmo Sarwono, di Singapura, Kamis.

Sebagai gambaran, dia menyebutkan biaya operasional sekretariat ASEAN termasuk pengelolaan gedung lama yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, tahun lalu menghabiskan biaya 20 juta dolar Amerika Serikat sehingga 10 negara ASEAN masing-masing urunan 2 juta dolar Amerika Serikat.

Taksiran biaya untuk gedung baru Sekretariat ASEAN di Jalan Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta Selatan, juga dilakukan untuk melihat kepentingan penambahan staf karena Indonesia mengusulkan semua badan ASEAN yang ada di Jakarta dapat pindah ke gedung baru.

"Selama ini beberapa badan ASEAN masih menumpang di gedung-gedung milik pemerintah Indonesia, jadi harapannya mereka bisa pindah ke gedung baru," kata dia.

Dia mengatakan, gedung baru Sekretariat ASEAN menghabiskan biaya 38 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp500 miliar itu dibangun sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia untuk mengakomodasi perkembangan organisasi ASEAN yang kian maju, baik secara internal dengan berbagai badan yang dimiliki maupun dengan mitra wicara.

"Harapannya gedung baru ini akan menjadi seperti Markas Besar PBB di New York, dan tentu saja ini akan menguatkan posisi Jakarta sebagai ibukota ASEAN," kata dia.

Pengajuan biaya perawatan secara kolektif tersebut juga akan meliputi sistem pengaturan suara, teknologi informasi, dan jaringan internet.

Menurut dia, jaringan internet yang bagus sangat diperlukan karena Komite Perwakilan Tetap (CPR) ASEAN telah menyepakati pengurangan pertemuan secara langsung guna menekan biaya bepergian dan akomodasi. "Jadi ruang telekonferensi di gedung baru harus sangat memadai," kata dia.

Gedung baru Sekretariat ASEAN dibangun di lahan seluas 11.639 meter persegi dengan konsep ramah lingkungan atau "green building" dan akan dilengkapi dengan fasilitas yang dapat diakses publik, seperti perpustakaan, museum mini sejarah ASEAN, dan ruang terbuka hijau.

Singapura sebagai ketua ASEAN 2018 menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN (AMM) dan ASEAN Leaders` Summit ke-32 pada 25-28 April 2018.


Catatan editor: perbaikan dilakukan pukul 14.20 WIB pada alinea tiga.

Pewarta: Azizah Fitriyanti
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mengenal bangunan baru Sekretariat ASEAN

Komentar