Warga minta KAI bangun jalur ganda Rangkasbitung-Merak

Warga minta KAI bangun jalur ganda Rangkasbitung-Merak

Ilustrasi - Pekerja menyiapkan pemasangan besi tiang penyangga jembatan kereta api yang menghubungkan Nganjuk dengan Jombang untuk pembangunan rel jalur ganda (double track) di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (3/4/2018). Pembangunan rel ganda lintas selatan Jawa ditargetkan selesai pada 2019. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Lebak (ANTARA News) - Warga Kabupaten Lebak, Banten meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) membangun double track atau jalur ganda di rute Rangkasbitung-Merak yang bisa dilayani commuter line guna memperlancar transportasi.

"Kami berharap PT KAI dapat merealisasikan pembangunan jalur ganda Rangkasbitung-Merak sepajang 63 kilometer," kata Samsudin (50), warga Cibadak Kabupaten Lebak, Jumat.

Masyarakat Kabupaten Lebak banyak yang bekerja di wilayah Serang, Cilegon dan Merak.

Mereka setiap hari menggunakan jasa angkutan KA lokal yang melayani rute Rangkasbitung-Merak.

Namun, perjalanan keberangkatan dan kedatangan KA lokal cukup lama hingga menunggu tiga jam.

Selama ini, pengoperasian KA lokal relatif sedikit dengan prekuensi delapan kali pulang pergi (PP).

Padahal, jalur Rangkasbitung-Merak padat penumpang dari kalangan pekerja, mahasiswa dan masyarakat.

"Kami berharap PT KAI dapat membangun jalur ganda Rangkasbitung-Merak itu," katanya.

Baca juga: Menhub targetkan pembangunan rel ganda Bogor-Sukabumi selesai 2020

Rohman (45) warga Rangkasbitung mengaku apabila rute Rangkasbitung-Merak dilayani KRL maka secara otomatis terkoneksi dengan Jakarta.

Saat ini, pembangunan jalur ganda Rangkasbitung-Maja sepanjang 40 Km sudah terhubung.

"Kami optimistis mobilitas ekonomi masyarakat meningkat jika jalur ganda Rangkasbitung-Merak direalisasikan," katanya menjelaskan.

Kepala Stasiun Rangkasbitung Endarno mengatakan pihaknya sudah menerima rencana pembangunan jalur ganda rute Rangkasbitung-Merak untuk dioperasikan KRL.

"Kami sangat mendukung pembangunan jalur ganda Rangkasbitung-Merak karena jumlah penumpang ke daerah itu mencapai 3.000/hari," katanya.

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar