Pemda dan DPRD harus benahi jalur Puncak dan Cianjur Utara

Pemda dan DPRD harus benahi jalur Puncak dan Cianjur Utara

Polisi mengatur lalu lintas saat penutupan jalur Puncak di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (29/3/2018) yang sempat ditutup karena longsornya bahu jalan. (ANTARA /Yulius Satria Wijaya)

Cianjur, Jawa Barat (ANTARA News) - Pegiat Seni Budaya dan Lingkungan (Pasal) meminta ekekutif dan legislatif segera membenahi kawasan utara Cianjur, termasuk mengkhususkan penanganan jalur Puncak II.

"Jangan sampai terlambatnya pembenahan kawasan utara dan pengembangan jalur Puncak II yang seharusnya menjadi prioritas menjadi petaka untuk semua," kata Kordinator Pasal Eko Wiwit kepada wartawan, Senin.

Dia menilai kondisi alam di utara Cianjur semakin berat karena terus bertambahnya bangunan di wilayah resapan dan kawasan hijau sehingga rentan bencana alam.

Hal itu diperparah pula oleh banyak anak sungai yang terancam dan fungsinya rusak yang berimbas ke sungai utama, Citarum.

"Jika terus dibiarkan maka akan lebih banyak lagi biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan serta bencana mengancam setiap saat di sejumlah titik," kata Eko.

Dia menjelaskan, lebih baik mencegah dari pada bertambah parah dan akan lebih mahal biaya dan beban yang harus ditanggung negara.
Pemerintah daerah harus tegas menertibkan bangunan yang melanggar meskipun telah mengantongi izin.

"Salah satunya harus berani meninjau ulang izin yang sudah dikeluarkan agar tidak ada lagi bencana alam di utara dan kembali membenani anak sungai yang ada," katanya.

Mengenai Puncak II, bukan sekadar jadi jalur alternatif namun tetap harus menjadi kawasan ramah lingkungan, kawasan hijau resapan air dan hidrologi stok air di hilir.

"Kami akan selalu mengingatkan karena kawasan Cianjur Utara bagian dari kawasan penting untuk pertahanan nasional. Jangan biarkan saudara kami hidup dalam keresahan khawatir ada longsor dan banjir bandang," kata Eko.

Baca juga: Kepala dinas diperiksa polisi gara-gara diduga catut Satreskrim



 

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Puncak diterjang badai, jalur pendakian Gunung Lawu ditutup

Komentar