Bekasi siap luncurkan aplikasi pendeteksi banjir

Bekasi siap luncurkan aplikasi pendeteksi banjir

Arip. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama relawan menggunakan perahu karet membantu evakuasi warga yang terdampak banjir, di Perumahan Dosen Ikip, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). Banjir yang kerap terjadi usai hujan berkepanjangan tersebut mengakibatkan rumah yang dihuni 150 Kepala Keluarga di kawasan itu terendam hingga satu meter. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Bekasi (ANTARA News) - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Bekasi, Jawa Barat, segera meluncurkan aplikasi deteksi dini banjir atau Early Warning System (EWS) dalam rangka meminimalisasi munculnya korban atau kerugian materi.

"Dengan aplikasi ini warga Kota Bekasi yang berada di titik rawan banjir akibat luapan Kali Bekasi akan mendapatkan notifikasi, sehingga bisa dengan cepat melakukan antisipasi," kata Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi Titi Masrifahati, di Bekasi, Senin.

Titi mengatakan, notifikasi yang masuk ke ponsel pintar warga bersumber dari sensor pendeteksi Tinggi Muka Air (TMA) yang terpasang di Kali Bekasi.

Pemberitahuan kepada warga akan disesuaikan dengan sensor yang terpasang di tempat tinggal warga.

"Jadi tidak semua warga mendapatkan notifikasi. Misalnya di wilayah Perumahan Pondok Gede Permai ada kenaikan air, maka hanya warga di sana yang mendapatkan notifikasi," katanya.

Sensor kenaikan air dipasang di beberapa wilayah di antaranya Komplek Chandra Indah, Duta Kranji, Puri Gading, Bendung Cibodas Bogor, Jembatan Wika Cileungsi, Kali Bekasi, dan dua unit wide sensor network (WSN).

Aplikasi tersebut digagas pihaknya bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Perum Jasa Tirta (PJT) II.

Titi menambahkan, berbagai pihak yang terlibat dalam kebijakan Sungai Citarum akan disatukan dalam sebuah Standard Operasional Pekerjaan (SOP).

"Selama ini kebijakan dari misalnya Binamarga, BBWS, PJT itu SOP-nya masing-masing. Ke depannya akan dibuat SOP bersama," katanya.

Sementara itu, TMA Kali Bekasi yang merupakan pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi akan berstatus siaga bila TMA-nya sudah melampaui normal yakni 300 centimeter.

"Biasanya kalau hujan lama di Cileungsi, otomatis air di sana akan dikirim ke Kota Bekasi melalui Kali Bekasi. Kalau jumlahnya berlebih dari kapasitas tampung akan meluap ke rumah-rumah warga," katanya.

Perjalan air dari Cileungsi menuju Kota Bekasi rata-rata selama 2-3 jam, sehingga sistem deteksi dini itu diharapkan bisa membuat warga lebih siaga sebelum air kiriman tiba.

Baca juga: Pemkot Bekasi perbaiki dua alat pemantau banjir Sungai Cileungsi, Kali Bekasi

Baca juga: Bantaran Kali Bekasi terdampak banjir luapan

Baca juga: Ruddy pastikan penanggulangan banjir Kota Bekasi tepat sasaran

Baca juga: BNPB : ribuan rumah terendam banjir di Kota Bekasi

Baca juga: Banjir di Bekasi Utara meluas ke lima kawasan

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

PLN periksa 2.020 instalasi rumah terdampak banjir di Jabodetabek

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar