counter

Peringatan 55 tahun Papua kembali ke NKRI

Peringatan 55 tahun Papua kembali ke NKRI

Ilustrasi foto sejumlah anak suku Moi, Papua. Suku Moi merupakan satu dari empat suku yakni Maibrat, Tehit dan Inanwatan yang merupakan penduduk asli Sorong. (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

Kita harus lebih maju lagi dibandingkan daerah barat supaya tidak ada kesenjangan sosial di masyarakat."
Wamena (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menggelar upacara peringatan 55 tahun kembalinya Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pada 1 Mei 2018.

Upacara tersebut berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa, yang menghadirkan perwakilan aparat sipil negara (ASN), TNI dan Polri, serta sejumlah pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Upacara dipimpin oleh Sekretaris Daerah Jayawijaya Yohanis Walilo, yang dihadiri Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Lukas Sadipun, Sekretaris Dinas Pendidikan Bambang Budiandoyo dan sejumlah kepala dinas.

Sekda Jayawijaya Yohanis Walilo mengatakan upacara itu hanya melibatkan aparat pemerintah dan anak sekolah karena Pemkab Jayawijaya terlambat menerima radiogram tentang pelaksanaan upacara tersebut.

"Kita mendapatkan radiogram mendadak sehingga kita tidak libatkan masyarakat, tetapi saya pikir keterwakilan dari masyarakat itu kita lakukan dalam bentuk upacara yang melibatkan anak sekolah, pemuda, TNI/Polri dan pegawai negeri sipil," katanya.

Yohanis mengatakan pada peringatan kembalinya Papua ke NKRI juga dilibatkan juga tokoh pejuang di Jayawijaya yang pernah terlibat memperjuangkan kembalinya Papua ke pangkuan ibu pertiwi.

"Sejak integrasi ini, kemajuan demi kemajuan sudah kita lihat, kita akui ada perbedaan antara sebelum kita masuk ke Indonesia, sebab setelah kita masuk ke Indonesia, ada banyak kemajuan," katanya.

Ia mengajak masyarakat Jayawijaya memanfaatkan kebebasan yang diberikan negara Indonesia untuk bersaing secara sehat.

"Kita harus lebih maju lagi dibandingkan daerah barat supaya tidak ada kesenjangan sosial di masyarakat," katanya menambahkan.

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar