Polisi buru perampok bersenjata gasak Rp800 juta dari pengusaha sawit

Polisi buru perampok bersenjata gasak Rp800 juta dari pengusaha sawit

Perampokan (ANTARA News/Handry Musa)

Pekanbaru (ANTARA News) - Kepolisian Resor Rokan Hilir, Provinsi Riau, memburu komplotan bandit bersenjata api yang merampok juragan sawit di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, dan membawa kabur uang serta perhiasan senilai lebih dari Rp800 juta.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Sunarto di Pekanbaru, Kamis, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus perampokan tersebut dengan memeriksa lima orang saksi.

"Harta korban yang dirampok terdiri dari uang tunai Rp785 juta dan emas senilai Rp15 juta. Itu merupakan uang hasil panen sawit korban," kata Sunarto kepada Antara.

Narto mengatakan perampokan ini terjadi di kediaman korban bernama Tardi (51) di Jalan Lintas Ujung Tanjung, Kelurahan Melayu Besar Kota, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu dinihari lalu (29/4).

Dalam aksinya, para perampok yang diperkirakan lebih dari dua orang itu sempat mengikat korban dan seluruh anggota keluarganya setelah sebelumnya melakukan intimidasi dengan cara menembakkan senjata api ke atap rumah.

"Dari olah tempat kejadian perkara kita menemukan satu selongsong diduga senjata api genggam jenis pistol FN," ujarnya.

Melengkapi Sunarto, Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto mengatakan aksi perampokan diawali saat para pelaku mendobrak rumah korban pada Minggu dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.

Pelaku yang seluruhnya menggunakan penutup wajah itu merusak jendela rumah korban dengan menggunakan sebatang balok kayu besar.

Setelah menakuti dengan menembakkan senjata api ke arah plafon rumah, pelaku kemudian mengikat satu per satu keluarga Tardi, termasuk istri dan anaknya.

Mereka juga menggeledah isi lemari hingga berhasil menemukan uang tunai hasil penjualan sawit sebesar Rp785 juta serta emas seberat 40 gram senilai Rp15 juta.

Kasus ini masih terus didalami Kepolisian Resor Rokan Hilir. Aksi perampokan bersenjata api sebelumnya terjadi di wilayah Provinsi Riau, tepatnya di Kabupaten Kuantan Singingi awal April 2018 lalu.

Namun, selang beberapa pekan kemudian Polres Kuansing berhasil membekuk empat tersangka, dengan salah satu tersangka ditangkap di Provinsi Lampung.

Baca juga: Perampok bawa kabur lebih Rp200 juta dari karyawan pabrik briket

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar