Mafindo : Cek fakta kunci pertama deteksi hoaks

Mafindo : Cek fakta kunci pertama deteksi hoaks

ilustrasi anti hoax (ANTARA News/Handry Musa/2017)

Padang (ANTARA News) - Organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyampaikan langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mendeteksi apakah suatu informasi valid atau hoaks adalah dengan melakukan cek fakta.

"Jadi setiap kali ada informasi yang diragukan kebenarannya mari bersama-sama lakukan cek fakta untuk menguji kebenarannya," kata Ketua Mafindo Septiaji Eko Nugroho di Padang, Jumat.

Ia menyampaikan hal itu dalam forum diskusi publik dengan tema "Stop Hoaks Literasi Media Untuk Bangun Budaya Internet Sehat" dalam rangkaian acara Festival Literasi Media dan Digital digelar Kementerian Kominfo di Universitas Andalas.

Menurutnya saat ini untuk melakukan cek fakta ada banyak komunitas yang melakukan seperti Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoaks di facebook dengan puluhan ribu anggota yang aktif.

Tidak hanya itu beberapa waktu lalu juga sudah diluncurkan situs www.cekfakta.com yang merupakan wadah untuk mencari tahu dan mengklarifikasi informasi yang beredar apakah benar atau tidak.

Ia mengatakan pentingnya memberantas hoaks ini juga membuat Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa khusus tentang pedoman menggunakan media sosial karena.

Kemudian ia juga mendorong pers semakin berkualitas dengan menghasilkan berita yang semakin dekat dengan fakta dan tidak semata mengejar kecepatan dan rating.

Mafindo juga berharap para penyebar hoaks harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku sehingga tidak dibiarkan bebas saja.

"Namun harus dipilah orang yang menyebar hoaks karena murni ketidaktahuaan atau memang orang yang dari awal sengaja membuat dan menyebar berita bohong," kata dia.

Sementara Staf Ahli Menteri Kominfo Donny Budi Utoyo mengatakan salah satu cara melawan hoaks adalah ketika semakin banyak orang menulis informasi yang benar.

"Mari bersama-sama melawannya dengan menulis di blog dan berbagai media sehingga hoaks bisa dikalahkan," katanya.

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

102 hoax virus corona beredar di publik, Moeldoko imbau hentikan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar