Paus jenis kepala melon terdampar di Kupang

Paus jenis kepala melon terdampar di Kupang

Ilustrasi. Paus Terdampar Di Bali Dua warga berupaya menarik bangkai ikan paus yang terdampar di Pantai Batu Tumpeng, Klungkung, Bali, Senin (14/3). Mamalia laut jenis Paus Sperma sepanjang 16,20 meter tersebut diperkirakan mati akibat terjebak di perairan lebih dangkal saat bermigrasi di Samudera Indonesia. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Kupang (ANTARA News) - Seekor Paus jenis Kepala Melon terdampar di pesisir pantai Oesapa Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pantauan Antara, nelayan dan beberapa petugas Balai Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPDSL) di pesisir pantai Oesapa, Sabtu (12/5) sore berusaha untuk memandu paus itu agar kembali ke tengah laut agar bisa kembali ke habitatnya.

"Paus ini sudah terdampar sejak pukul 11.30 Wita waktu setempat dan mulai jam itu kami berusaha untuk mendorong kembali ke laut namun dia (paus) selalu kembali ke berenang pesisir," kata Marlen Mesak Nale kepada wartawan.

Marlen menceritakan keberadaan paus itu pertama kali diketahui oleh nelayan setempat yang sedang beraktivitas di pesisir pantai.

Usai mengetahui hal itu, nelayan yang sedang beraktivitas itu memanggil nelayan lainnya untuk mendorongnya ke dalam laut. Usaha itu sia-sia sebab selama kurang lebih empat jam paus itu tak ingin kembali ke dasar laut.

Bahkan sampai pukul 16.00 Wita paus itu masih berada di pesisir pantai dan dikerubuti warga sekitar yang sedang berekreasi di pesisir pantai tersebut.

Hampir di sekujur tubuh dari mamalia itu mengalami luka sayatan. Selain itu di dekat ekor paus itu ada bekas luka tombak yang diduga karena ditombak oleh para pemburu paus yang tak bertanggungjawab.

Sementara itu Staf Balai Sumber Daya Pesisir dan Laut (BSDPL) Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur Puput Yuniarti mengatakan terdamparnya paus itu diduga karena terpisah dari kawanannya.

?"Paus ini susah kembali ke laut karena bisa juga mengalami stres karena dari siang dikerubuti warga, apalagi saya dengar ada yang menaikinya. Hal ini juga yang menyebabkan dia lelah dan susah berenang," tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan paus yang sebelumnya dikira seekor lumba-lumba oleh nelayan itu masih berada di pesisir pantai dan masih dikerubuti warga.

Baca juga: Hiu paus kembali terlihat di Bone Bolango, Gorontalo

Pewarta: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Membusuk di pantai Balikpapan, paus raksasa akhirnya dibakar

Komentar