Anak korban ledakan bom di Surabaya meninggal di rumah sakit

Anak korban ledakan bom di Surabaya meninggal di rumah sakit

Warga menyalakan lilin saat aksi lilin kebersamaan Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). (ANTARA/Didik Suhartono)

Surabaya (ANTARA News) - Nathel (8), salah satu anak yang menjadi korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya, meninggal dunia setelah menjalani perawatan dan operasi di Rumah Sakit Bedah Surabaya (RSBS).

"Kami sudah berupaya maksimal menolong korban, tapi adik Nathel meninggal dunia kemarin (13/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB," kata Kepala Humas RSBS Novi saat dihubungi Antara melalui ponselnya, Senin.

Ia menjelaskan Nathel merupakan adik Vinsencius Evan (11), warga Barata Surabaya yang meninggal dunia di lokasi kejadian setelah ledakan bom di SMTB pada Minggu.

Hingga saat ini ada lima korban ledakan bom yang masih menjalani perawatan intensif di RSBS. "Sekarang tinggal lima orang, satu orang meninggal dan sisanya sudah kembali ke rumahnya," kata Novi.

Pada Minggu (13/5), ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, menyebabkan setidaknya 13 orang meninggal dunia dan puluhan orang terluka.

Peledakan bom di Surabaya menurut polisi dilakukan oleh satu keluarga yang punya kaitan dengan Jamaah Anshar Daulah-Jamaah Ansharut Tauhid yang merupakan pendukung utama ISIS.
 
Baca juga:
Korban meninggal akibat bom Surabaya jadi 13 orang
Uskup serukan pesan persatuan

 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar