counter

Australia Kemungkinan Bangun Kemitraan Nuklir dengan AS

Canberra (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Alexander Downer, mengatakan bahwa Australia kemungkinan membangun kerjasama nuklir dengan Amerika Serikat (AS) di bawah payung kemitraan energi nuklir global, terutama dalam pengamanan, serta riset dan pengembangan nuklir. "Sebuah kemungkinan yang nyata bahwa kami dapat membangun kemitraan dengan AS di bawah kemitraan energi nuklir global, namun upaya mereka belum selesai," kata Downer, Jumat. Downer mengatakan, Departemen Energi AS telah menemui pihaknya dan kedua pihak tertarik menegosiasikan beberapa hal untuk menyegarkan Perjanjian 1982 tentang kerja sama nuklir, khususnya di bidang pengamanan serta riset dan pengembangan energi nuklir. Ia menilai, "Tapi, secara umum pasti kami suka bekerjasama dengan AS dengan cara yang telah kami lakukan mulai 1982 sejak Pemerintahan Fraser, Hawke, Keating dan pemerintahan sekarang ini." Selain pengamanan serta riset dan pengembangan, kemitraan Australia dengan AS itu juga dapat dilakukan guna mencari cara yang aman dan lebih baik untuk mengembangkan industri nuklir untuk tujuan damai, katanya. Sebagai negara dengan cadangan uranium terbesar di dunia dan pengekspor uranium ke sejumlah negara, Downer mengatakan, "Merupakan hal yang wajar saja jika kami ingin melihat adanya industri nuklir yang lebih aman, lebih efisien dan lebih baik." Namun, Menlu Downer menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan kebijakan negaranya tentang penolakan terhadap penerimaan limbah nuklir. "Kami memiliki kebijakan tentang tidak menerima limbah nuklir, dan kami tentu tidak dalam permainan untuk mengubah kebijakan itu. Kami sudah membuatnya sangat jelas kepada AS," katanya. Sebelumnya, Koresponden "Sydney Morning Herald" (SMH) di Washington, Anne Davies, mengatakan bahwa Australia sedang menegosiasikan sebuah rencana energi nuklir besar dengan AS, dan mempertimbangkan apakah akan masuk ke dalam kelompok negara-negara yang akan mengontrol distribusi, pemerosesan kembali dan penyimpanan bahan bakar nuklir dunia. Berdasarkan naskah rencana yang sempat dibaca SMH, para menteri luar negeri dan sumber daya telah menyarankan kepada Perdana Menteri John Howard untuk mengumumkan keikutsertaan Australia dalam rencana energi nuklir besar dengan AS itu ketika Presiden George W. Bush berkunjung ke Sydney untuk mengikuti KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) September mendatang. (*)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2007

Komentar