counter

Risma: "Bapakmu pahlawan... "

Risma: "Bapakmu pahlawan... "

Warga menyalakan lilin saat aksi lilin kebersamaan Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Aksi yang diikuti ratusan orang dari berbagai lapisan itu mengecam aksi terorisme bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

... Kamu harus bangga sama bapakmu...
Surabaya (ANTARA News) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi keluarga korban meninggal dunia peledakan bom Gereja Santa Maria Tak Bercela, Aloysius Bayu Rendra Wardhana di rumah mereka, di Jalan Gubeng Kertajaya I/15, Surabaya, Senin.

"Bapakmu pahlawan, nak... Kalau tidak ada bapakmu, mungkin korban yang jatuh di sana bisa jauh lebih banyak lagi," kata Risma kepada anak pertama almarhum, Aloysius yang masih berusia 2,5 tahun saat digendong ibunya, Monic Dwi.

Pada saat tiba di rumah duka pada sekitar pukul 16.00, perempuan wali kota pertama di Surabaya ini kontan tidak kuasa menahan air matanya. Bayu gugur di tempat seiring dua teroris meledakkan diri di tempat, saat dia sekuat tenaga menghalau teroris itu masuk ke dalam komplek gereja Katolik itu.

Risma menciumi kedua anak suami dari Monic Dwi itu. "Kamu harus bangga sama bapakmu, nanti kalau besar yang pinter ya," kata Risma kepada anak kedua yang baru berusia 10 bulan.

Rekaman Gereja Santa Maria Tak Bercela yang Bayu jaga --dia aktivis gereja Katolik itu-- menunjukkan bahwa apabila tidak dihalau mendiang Bayu, maka teroris usia muda, bisa dipastikan akan bisa langsung merangsek ke bagian dalam dan menimbulkan korban lebih banyak.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Negara alokasikan Rp 1,1 miliar kompensasi korban teror bom Surabaya

Komentar