DPRD apresiasi kepolisian lumpuhkan teroris di Mapolda Riau

DPRD apresiasi kepolisian lumpuhkan teroris di Mapolda Riau

Sejumlah petugas kepolisian bersiaga pascapenyerangan di Polda Riau, Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA News) - Pimpinan DPRD Kota Pekanbaru mengapresiasi kepolisian yang telah dengan sigap melumpuhkan beberapa teroris yang menerobos masuk ke Markas Kepolisian Daerah Riau dan menyerang polisi pada Rabu pagi pukul 09.00 WIB.

"Kita beri apresiasi kepada jajaran Polda Riau atas kesigapan dalam melumpuhkan empat teroris yang menyerang markas mereka Rabu pagi, " kata Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Jhon Romi Sinaga kepada antara di Pekanbaru, Rabu.

Romi meyakini seluruh jajaran kepolisian Riau selalu siaga dan siap dalam situasi apa pun apalagi kondisi belakangan ini.

Ia menilai keberhasilan ini membuat situasi Pekanbaru, umumnya Riau akan segera kembali pulih dan masyarakat percaya, walau harus tetap waspada.

"Kuncinya kita harus tenang jangan panik dan selalu waspada, khususnya para pihak kepolisian di mana pun berada. Masyarakat juga harus membangun kekuatan dan gotong-royong untuk menyelamatkan bangsa NKRI, " ujarnya.

Ia mengajak agar teror bom dan teroris tidak membuat panik. Jangan sampai memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara Oston (35), salah seorang warga Pekanbaru yang bekerja sebagai sopir, mengaku terkejut dengan teror di Mako Polda Riau, apalagi ia sering melintas di sekitar Mapolda Riau.

"Saya prihatin tetapi tetap bekerja dan waspada tidak perlu takut dan panik, " ujarnya singkat.

Sementara itu berdasarkan informasi yang diterima ANTARA dari Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, AKBP Sunarto, polisi berhasil melumpuhkan kelompok teroris yang menerobos masuk menggunakan mobil Avanza putih ke Mapolda Rabu pagi 09.00 WIB.

Dengan cepat pihak kepolisian langsung menembak mati empat terduga teroris yang keluar dari mobil membawa samurai dan menyerang petugas kepolisian.

Serangan ini membuat dua polisi terluka karena serangan dengan samurai, dan seorang lagi, Ipda Auzar (55) meninggal dunia setelah ditabrak dengan mobil oleh teroris. Dua wartawan juga terluka terserempet mobil ketika teroris berusaha melarikan diri.

Baca juga: Kondisi Kompol Farid yang disabet samurai teroris sudah membaik

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar