Wakapolri: serangan ke Mapolda Riau merupakan rangkaian teror

Wakapolri: serangan ke Mapolda Riau merupakan rangkaian teror

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. (ANTARA /Wahyu Putro A)

Pekanbaru (ANTARA News) - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol. Syafruddin, menyatakan penyerangan ke Markas Polda Riau di Kota Pekanbaru kuat dugaan dilakukan oleh kelompok jaringan yang terkait dengan teror lainnya yang terjadi beberapa hari belakangan ini di Tanah Air.

Komjen Syafruddin usai menghadiri pemakaman anggota Polda Riau yang gugur, di Kota Pekanbaru, Rabu, mengatakan serangan di Mapolda Riau merupakan tindakan sporadis yang merupakan rentetan yang bermula dari insiden di tahanan Mako Brimbo Polri di Kelapa Dua, Depok pada Selasa pekan lalu tanggal 8 Mei.

"Kait-mengkait kemungkinan besar, tapi tidak sampai kesimpulan yang komprehnsif ada kaitannya," kata Wakapolri.

Ia mengatakan hingga kini tinggal sudah ada 33 teroris yang sudah diamankan, termasuk yang terakhir di Riau ada empat orang.

"Total 33 teroris tersebar, termasuk di Riau. Di Riau empat, pengembangan tujuh di Jatim, Jabar, Jakarta dan Tangerang dan sebagainya. Tunggu saja pihak Polri lewat Kadiv Humas Polri akan jelaskan secara utuh," katanya.

Ia meminta agar serangan-serangan tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mewaspadai karena serangan teror bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Kemudian untuk aparat kemanan dari Polri, TNI, instansi kementerian dan lembaga pemerintahan harus lebih profesional dalam mengayomi dan melindungi masyarakat.

"Karena tanggung jawab ada di arapat keamananan, Polri, TNI dan seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan harus lebih profesional dan hati-hati. Tugas pertama adalah melindungi rakyat agar masyarakat dapat jaminan kemanan dalam segala hal," katanya.

Selain itu, ia meminta agar masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa dengan mengutamakan kewaspadaan. "Insyaallah masalah ini akan selesai, semoga diijabah oleh Allah SWT," kata Wakapolri.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar