YAVA, platform manajemen big data buatan dalam negeri

YAVA, platform manajemen big data buatan dalam negeri

Perwakilan Solusi247, Huda Nur Laily, yang turut berpartisipasi di Paviliun Indonesia dari Bekraf, di pameran teknologi CeBIT Australia 2018 di Sydney, Australia. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Sydney (ANTARA News) - Solusi247 memanfaatkan teknolgi big data untuk mengembangkan platform manajemen big data bernama YAVA.

"Para pengguna Yava tidak harus tahu coding, asalkan tahu untuk apa data tersebut akan digunakan," kata Wakil Direktur Pemasaran Solusi247, Huda Nur Laily, saat di Paviliun Indonesia di pameran teknologi CeBIT Australia 2018 di Sydney, Australia.

YAVA merupakan platform open-source yang menawarkan manajemen big data dengan bantuan manajemen dan pengawasan dari cluster Hadoop.

YAVA dirancang untuk membantu akselerasi adopsi Hadopp dengan memadukan kekuatan ekosistem Apache Hadoop dan kemudahan penggunaan.

YAVA menawarkan kemampuan akses data dan pemrosesan, seperti batch, streaming, interactive dan real time dalam sebuah cluster.

Selain itu, perusahaan rintisan yang didirikan oleh Beno Kunto Pradekso ini juga membuat HGrid247 perangkat yang dirancang untuk membantu pengembang dan perancang dengan menghilangkan programming atau scripting.

Saat ini Solusi247 menetapkan biaya berlangganan per tahun, juga dilihat dari penggunaan HGrid247 dan jumlah server.
 

Baca juga: WhatsApp tambah fitur baru untuk obrolan grup

Baca juga: Aplikasi game berbasis android mahasiswa FKG Unhas raih penghargaan internasional

Baca juga: Beli Bitcoin kini bisa lewat aplikasi

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar