Danrem 143 Haluoleo: jadikan paham radikalisme, terorisme musuh bersama

Danrem 143 Haluoleo: jadikan paham radikalisme, terorisme musuh bersama

Dokumentasi Warga melintas di dekat spanduk penolakan terhadap teroris di kawasan Jl Malioboro, Yogyakarta, Selasa (15/5/2018). Hal tersebut guna menyuarakan sikap masyarakat menolak terorisme radikalisme serta dukungan untuk kepolisian dalam memberantas terorisme. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Paham radikalisme sudah jadi ancaman nyata. Orang-orang penganut paham ini telah melakukan aksi teror, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri."
Kendari (ANTARA News) - Komandan korem 143 Haluoleo (HO) Kendari, Sulawesi Tenggara, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman, meminta umat beragama di daerah itu untuk menjadikan paham radikalisme sebagai musuh bersama.

"Paham radikalisme sudah jadi ancaman nyata. Orang-orang penganut paham ini telah melakukan aksi teror, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri," kata Dedi Nurhadiman saat memberikan sambutan pada dialog tokoh lintas agama di Kanwil Kemenag Sultra, Rabu.

Ia megatakan, meskipun para pelaku teror sudah ditangkap tetapi tidak menutup kemungkinan aksi-aksi teror akan terjadi karena sel sel kelompok masih tersebar.

"Karena itu saya mengajak semua elemen masyarakat dan umar beragama untuk nyatakan radikalisme dan terorisme sebagai musuh bersama," kata Dedi Nurhadiman.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar mampu menahan diri jangan saling menghujat dan saling fitnah.

"Saya mengajak semua pihak bersama-sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar di Sultra tetap kondusif," katanya.

Ia mengingatkan kalau ada kegiatan kelompok yang dinilai sudah di luar kelaziman, maka itu perlu diantisipasi.

"Jajaran Korem 143 Haluoleo siap membantu dan bersama sama polisi menjaga keamanan hingga di pelosok serta memantau aksi kelompok di luar kelaziman yang terjadi hingga di pelosok melalui Babinsa," katanya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar