Panjat tebing Indonesia waspadai tiga negara dalam Asian Games

Panjat tebing Indonesia waspadai tiga negara dalam Asian Games

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) menyambut tim panjat tebing Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (15/5/2018) setelah tim mengikuti tiga seri Piala Dunia Panjat Tebing di Rusia dan China pada pada 21 April hingga 13 Mei. (Antara/Imam Santoso)

Jakarta (ANTARA News) - Tim panjat tebing Indonesia mewaspadai persaingan dari tiga tim dalam perlombaan Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Palembang, pada Agustus.

"Kami sempat mencoba memantau kekuatan tim China, juga Kazakhstan untuk tim putri. Kemudian, ada Singapura yang masuk dalam pemantauan kami," kata Sekretaris Jenderal Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sapto Hardiono dalam penyambutan atlet-atlet panjat tebing nasional di Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Rabu.

Namun, Sapto mengatakan tim panjat tebing Indonesia hanya perlu menjaga kondisi fisik atlet-atlet mereka selain peningkatan kecepatan panjatan saat lomba.

"Kami sudah cukup nyaman untuk tim putri. Tapi pada tim putra, kami masih punya peluang 50:50 dengan tiga negara Asia itu," kata Sapto.

Tim panjat tebing Indonesia, menurut Sapto, telah mengevaluasi penampilan atlet-atlet mereka setelah mengikuti tiga seri Piala Dunia Panjat Tebing di Rusia dan China pada 21 April hingga 13 Mei.

"Kemarin hanya ada kesalahan saja, bukan karena daya tahan atlet. Pada pemanjatan ada yang terkena jari sehingga pegangan tidak kuat dan terpeleset," kata Sapto tentang peluang Indoensia meraih medali emas di Rusia.

Sapto mengatakan para pelatih FPTI meminta atlet-atlet mereka untuk tidak memaksakan diri ketika berlatih agar fokus saat perlombaan. "Kami memantapkan kondisi atlet saat sesi latihan agar fisik mereka terjaga," katanya.

Tim panjat tebing Indonesia berencana menggelar latihan di Palembang setelah libur Lebaran menyusul penyesuaian dengan kondisi arena perlombaan Asian Games.

Sebelumnya, atlet panjat tebing peraih medali emas pada seri Piala Dunia di Chongqing, China, Aries Susanti Rahayu mengatakan kekuatan tim Indonesia sudah setara dengan tim-tim dari negara lain dalam seri Piala Dunia Panjat Tebing di Rusia dan China.

"Untuk persaingan dalam Asian Games, persaingan berat dari China, Iran, dan Kazakhstan. Tapi untuk kejuaraan dunia, ada tim Rusia, Prancis, dan lainnya," kata Aries.

Tim Panjat Tebing Indonesia meraih total satu medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu dalam tiga seri Piala Dunia Panjat Tebing 2018 di Rusia dan China.

Pada seri Piala Dunia Panjat Tebing di Moscow, Rusia, pada 21-22 April 2018, tim Merah-Putih meraih medali perunggu atas nama Veddriq Leonardo pada nomor speed world record.

Kemudian pada seri Piala Dunia di Chongqing, China, pada 5-7 Mei, tim Indonesia merebut satu medali emas atas nama Aries Susanti Rahayu, satu medali perak atas nama Aspar Jaelolo, dan satu medali perunggu atas nama Puji Lestari.

Terakhir pada seri Piala Dunia di Tai'an, China, pada 12-13 Mei, tim panjat tebing Indonesia meraih dua medali perak dan satu medali perunggu. Medali perak dipersembahkan oleh Sabri dan Agustina Sari. Sedangkan medali perunggu dipersembahkan oleh Aries Susanti Rahayu.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar