DPRD Riau minta polisi jaga titik keramaian pascateror

DPRD Riau minta polisi jaga titik keramaian pascateror

Istri almarhum Ipda Auzar menangisi jenazah suaminya saat tiba di rumah duka di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018). Ipda Auzar meninggal dunia akibat serangan teror di Mapolda Riau pada Rabu (16/5/2018) pagi. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA News) - Anggota DPRD Riau Marwan Yohanis meminta jajaran Kepolisian mengawal ketat titik-titik keramaian di Ibu kota provinsi, Pekanbaru dan kabupaten/kota lainnya, pasca terjadinya teror Mapolda Riau, Rabu (16/7) pagi.

"Keamanan lebih ditingkatkan, kawal jangan sampai negara kalah oleh teroris. Apalagi aktivitas masyarakat saat bulan Ramadhan jauh meningkat. Tentu ini menimbulkan kekawatiran masyarakat pascatragedi teror. Kita minta perhatian khusus aparat kepolisian terhadap keamanan tempat keramaian terutama tempat ibadah, pusat perbelanjaan dan lainnya," sebut Marwan Yohanis di Pekanbaru, Kamis.

Politisi Gerindra Riau itu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mencermati gerak-gerik yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal tersebut sebagai upaya antisipasi mencegah aksi radikal di Bumi Melayu.

"Masyarakat diminta untuk melaporkan aktivitas mencurigakan di rumahnya. Ada yang menerima kos-kosan atau kontrakan, lebih berhati-hati. Jika ada yang mencurigakan laporkan saja ke RT/RW setempat untuk diteruskan ke pihak kepolisian," sebut Legislator asal Kabupaten Kuantan Singingi itu.

Dia menganggap dua momen penting di tahun ini yakni Bulan Suci Ramadhan dan tahun politik dijadikan peluang bagi pelaku teror untuk memecahbelah masyarakat.

"Teroris mencari titik kelemahan kita, dengan membaca titik lengah kita. Karena yang pertama kita sibuk pada momen Pilkada. Sehingga fokus pengamanan tertuju pada pilkada. Kedua bulan Ramadhan, di mana aktivitas masyarakat sangat meningkat. Jangan lalai. Intelegen seharusnya dapat mengantisipasi kondisi seperti ini, " sebut Marwan.

Dia mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi yang menewaskan satu anggota kepolisian dan korban lainnya luka-luka. Kepada masyarakat dirinya meminta untuk tidak takut, karena aparat keamanan akan berupaya memberantas dan menggagalkan aksi tersebut.

"Negara hadir mengamankan masyarakat, melakukan kegiatan keagamaan, politik, sosial, ekonomi tak boleh berhenti. Untuk kegiatan di bulan Ramadhan tidak boleh terganggu," ujarnya.

Dia mengatakan teror di Mapolda Riau menjadi peringatan besar agar penjagaan dan keamanan lebih ditingkatkan, apalagi penyerangan terjadi di benteng pengamanan masyarakat yang menjadi sasaran dari pihak teroris.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman mengatakan faktor tumbuhnya teroris di Riau karena letak geografis yang strategis sehingga menjadi sasaran vital pelaku.

"Ini yang menjadi kekawatiran kita di Riau ini. Saya meminta masyarakat Pekanbaru untuk tenang namun tetap waspada. Laporkan gerak gerik penghuni yang mencurigakan," sebut pria yang akrab disapa Dedet itu.

Baca juga: Penanganan teror oleh kepolisian diapresiasi Plt Gubernur Riau

Baca juga: Warga Riau diimbau tetap tenang dan waspada

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar