DAOP 2 Bandung perketat pemeriksaan penumpang pasca serangan teror

DAOP 2 Bandung perketat pemeriksaan penumpang pasca serangan teror

Personel Brimob bersiaga saat dilakukannya penggeledahan oleh Tim Densus 88 di kediaman terduga pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya, di Tambak Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/5/2018). Sejumlah barang bukti bahan peledak diamankan dalam penggeledahan itu. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Bandung (ANTARA News) - PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 2 Bandung memperketat pemeriksaan bagi para penumpang untuk mengantisipasi gangguan keamanan khususnya aksi teror.

"Kita memperketat pengamanan. Sebelumnya juga sudah diterapkan pemeriksaan namun kali ini kami lebih memperketatnya," ujar Manager Humas PT. KAI Daop 2, Joni Martinus, saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis.

Joni mengatakan, pasca kejadian aksi serangan teror di Surabaya dan Sidoarjo, Daop 2 langsung memberikan pembinaan kepada jajaran pengamanan terkait dengan deteksi dan cegah dini terhadap ancaman bom.

Kini, kata dia, sebelum masuk area stasiun para penumpang akan diperiksa seluruh barang bawaannya secara manual maupun dengan metal detector.

Tak hanya itu, pengamanan 24 jam pun akan dilaksanakan di semua area kerja dan direncanakan akan segera menggunakan inspector mirror untuk memeriksa semua mobil yang memasuki area parkir.

"Kami semua siaga dan waspada untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan," kata dia.

Ia mewakili Daop 2 Bandung pun menyampaikan belasungkawa terhadap masyarakat yang menjadi korban atas aksi teror tersebut. Ia berharap kejadian ini tidak terulang kembali.

"Jajaran Daop 2 mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi," katanya.

Baca juga: Bandara dan pelabuhan tingkatkan keamanan selama dua pekan

Baca juga: Menpar jamin sektor pariwisata tingkatkan keamanan mengantisipasi teror bom

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar