Riau terbitkan maklumat aktifkan siskamling setelah serangan teroris

Riau terbitkan maklumat aktifkan siskamling setelah serangan teroris

Anggota keluarga Ipda Auzar yang menjadi korban penyerangan Mapolda Riau menangis ketika acara pemakaman di Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018). Ipda Auzar yang bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Riau meninggal dunia akibat ditabrak mobil pelaku penyerangan di Mapolda Riau. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Pekanbaru (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Riau bersama aparat keamanan dan intelejen mengeluarkan maklumat bersama sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan keamanan seperti serangan teror di Mapolda Riau di Kota Pekanbaru.

"Maklumat bersama itu intinya berupa kewajiban mengaktifkan siskamling di lingkungan masyarakat," kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, di Pekanbaru, Kamis.

Siskamling adalah singkatan dari sistem keamanan lingkungan, merupakan upaya masyarakat dalam meningkatkan sistem keamanan dan ketertiban lingkungannya.

Selain itu, Siskamling juga sebagai cara untuk memberikan perlindungan dan pengamanan dengan mengutamakan pencegahan dan menangkal bentuk-bentuk ancaman dan gangguan keamanan serta ketertiban.

Wan Thamrin mengatakan Maklumat bersama itu juga ditandatangani oleh Kapolda Riau, Komandan Korem 031 WB, dan Kepala BIN Daerah Riau. "Maklumat ini merupakan kewajiban untuk dilaksanakan oleh bupati, wali kota, dari camat, kepala desa hingga ketua RT," katanya.

Selain mengaktifkan Siskamling, maklumat bersama itu juga mewajibkan pengurus RT dan RW setempat untuk menegaskan kembali fungsi wajib lapor bagi tamu dalam waktu 1x24 jam. Pengurus RT/RW, bersama aparat desa/kelurahan serta Bhabinkamtibnas dan Babinsa agar melakukan pendataan terhadap seluruh rumah kontrakan dan indekost beserta penghuninya.

Baca juga: Polri naikkan pangkat polisi yang melumpuhkan penyerang Polda Riau

"Melaporkan segera kepada petugas Polri serta aparat terkait lainnya apabila ada informasi terkait aktivitas dan orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku aksi teroris," kata Wan Thamrin Hasyim.

Selain itu, ia juga memerintahkan agar pemerintah kabupaten/kota untuk tidak dulu menggelar kegiatan yang bersifat mengundang keramaian sampai kondisi keamanan dinilai sudah kondusif. Karena itu, sejumlah kegiatan tradisi menyambut Ramadhan seperti mandi balimau dan petang megang pada tahun ini ditiadakan.

Sebelumnya, sekelompok orang menyerang Mapolda Riau menggunakan mobil minibus yang memaksa masuk ke dalam markas polisi itu pada Rabu pagi (16/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Teror itu mengakibatkan seorang anggota polisi meninggal dunia, sedangkan empat teroris tewas ditembak di lokasi.

Baca juga: 8 terduga teroris Riau ditangkap, Kapolri yakin semua ini ulah JAD

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar