Sidang tuntutan terdakwa bom Thamrin, 182 aparat keamanan disiapkan

Sidang tuntutan terdakwa bom Thamrin, 182 aparat keamanan disiapkan

Terdakwa kasus teror bom Thamrin Aman Abdurrahman alias Oman (tengah) menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (15/2/2018). Aman Abdurrahman didakwa sebagai salah satu orang yang terlibat dalam teror bom di Jalan MH Thamrin, dan yang merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Polri sebanyak 152 personel dan 30 personel dari TNI"
Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 182 petugas gabungan Polri dan TNI disiapkan untuk mengamankan sidang dengan agenda tuntutan untuk terdakwa kasus bom Thamrin Jakarta Pusat, Aman Abdurrahman, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (18/5).

"Polri sebanyak 152 personel dan 30 personel dari TNI," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar di Jakarta Kamis.

Indra mengatakan aparat kepolisian meningkatkan pengamanan sidang tuntutan terhadap Ketua JAD Indonesia tersebut.

"Selama ini pelaksanaan sidang selalu kita amankan, kali ini lebih optimal lagi," ujar Indra.

Sesuai prosedur dan ketetapan, Indra menyatakan petugas akan memeriksa barang bawaan setiap pengunjung di PN Jakarta Selatan.

Indra juga menuturkan petugas juga akan mensterilkan seluruh pengunjung dan setiap sudut di PN Jakarta Selatan.

Baca juga: Terduga teroris di Cilacap dan Malang dari kelompok Bom Thamrin

"Yang masuk ke area (PN Jakarta Selatan) tetap kita sterilisasi," ungkap Indra.

Namun, Indra memastikan petugas kepolisian tidak akan menutup maupun mengalihkan arus kendaraan yang melintasi PN Jakarta Selatan di Jalan Ampera.

Rencananya, Indra akan menggelar apel pasukan pengamanan sidang tuntutan Aman Abdurrahman pada Jumat mulai pukul 06.00 WIB.

Baca juga: Sidang bom Thamrin, saksi tahu terdakwa Oman lewat internet

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar