Kemenag-MUI Sulteng keluarkan imbauan selama Ramadhan

Kemenag-MUI Sulteng keluarkan imbauan selama Ramadhan

kemenag (kemenag.go.id)

Palu (ANTARA News) - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, H. Rusman Langke dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng, HS. Ali bin Muhammad Aljufri membuat surat imbauan kepada masyarakat Sulteng, dalam rangka menyambut dan menghormati kesucian bulan Ramadhan 1439 H/2018.

Surat imbauan itu berisi 10 poin, yakni umat Muslim untuk menunaikan ibadah puasa dengan baik dan penuh perhitungan, yakni puasa yang senantiasa dilandasi iman dan taqwa serta selalu mengharapkan Ridha Allah SWT.

Memperbanyak membaca Al-Quran, berzikir dan beritikaf. Memakmurkan masjid-masjid dengan kegiatan ibadah shalat wajib maupun sunnah, terutama shalat malam serta menjaga kenyamanan dengan menjaga kebersihan lingkungan masjid.

Selanjutnya menumbuhkan dan meningkatkan peran serta umat dalam membangun masyarakat yang religius, intelektual, kreatif dan produktif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Kepada para mubaligh/mugalighah untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat berdasarkan kitab suci Al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW, sehingga menjadi siraman rohani yang menyejukkan.

Menghindari persoalan khilafiyah yang dapat menimbulkan perselisihan antar kelompok masyarakat, serta menerjemahkan gagasan pembangunan melalui pintu dan bahasa agama.

Kemudian, memantapkan pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan kerukunan hidup beragama, baik intern maupun antarumat beragama.

Selanjutnya bagi nonmuslim agar menghormati yang berpuasa, menjaga stabilitas nasional dalam bingkai NKRI.

Depag dan MUI juga mengimbau kepada pemilik restoran, rumah makan, caf?, warung, kedai dan sejenisnya agar tidak membuka jualan di siang hari secara demonstratif karena dapat mengganggu kekhusyuan orang berpuasa.

Kepada para ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta seluruh komponen masyarakat agar menciptakan situasi yang kondusif dalam rangka menjaga kekhusyuan ibadah selama bulan Ramadhan.

Terakhir, menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa berperilaku jujur baik dalam perkataan maupun perbuatan serta berupaya mencegah tindakan yang mengarah pada korupsi, kolusi dan nepotisme dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar