counter

Negara-negara ASEAN perkuat komitmen untuk pertumbuhan hijau

Negara-negara ASEAN perkuat komitmen untuk pertumbuhan hijau

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah) berbincang dengan Menteri Lingkungan dan Sumber Air Singapura Masagos Zulkifli (kanan) setelah berbicara di 5th Singapore Dialogue on Sustainable World Resources di Singapura, Jumat (18/5). Dialog yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan ini membahas cara mencapai pertumbuhan ekonomi dengan memastikan Kesepakatan Paris (Paris Agreement) tetap dijalankan. (ANTARA News/Virna P Setyorini)

Singapura (ANTARA News) - Pemerintah negara-negera ASEAN sepakat memperkuat komitmen untuk penerapan pertumbuhan hijau, berpegang pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan Kesepakatan Paris (Paris Agreement).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam "the 5th Singapore Dialogue on Sustainable World Resources" di Singapura, Jumat, mengatakan, Indonesia terus menetapkan target agresif untuk pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK).

Setelah menetapkan kerangka kerja untuk mengelola hutan dan lahan gambut, Bambang juga mengatakan Indonesia kini mengalihkan perhatiannya kepada penghasil karbon besar lainnya, seperti sektor transportasi dan energi.

"Untuk hutan dan gambut sudah lumayan bagus, tapi untuk energi terutama energi terbarukan masih ketinggalan, itu yang mau dipercepat. Percepatnya seperti apa, bisa mendatangkan investor dan menetapkan skema harga yang lebih tepat," ujar Bambang.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan dan Sumber Air Singapura Masagos Zulkifli mengatakan sebagai Ketua ASEAN untuk periode 2018, Singapura mengangkat tema ketahanan dan inovasi. Maka yang menjadi salah satu prioritas Singapura adalah mengatasi perubahan iklim.

Dalam dialog yang digelar Singapore Institute of International Affairs (SIIA) ini, ia juga mengatakan bahwa sebagai Ketua ASEAN, Singapura menjadi ujung tombak kemitraan seperti Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN Khusus tentang Aksi Pengendalian Perubahan Iklim pada Juli 2018 dan pembentukan Jaringan Kota Cerdas ASEAN, yang akan membangun kapasitas kota-kota ASEAN untuk mencapai pembangunan kota yang berkelanjutan.

Sementara itu, Senator Loren Legarda dari Filipina mengatakan perannya sebagai Ketua Komite Senat dalam bidang keuangan dan perubahan iklim telah berhasil mengharmonisasikan sebuah kebijakan yang mampu lebih besar untuk menyelaraskan isu energi, iklim, pertanian, dan pangan dengan pembiayaan publik dan swasta.

Sektor swasta siap mendukung dengan memasukkan kemitraan publik-swasta untuk menumbuhkan sektor hijau, seperti energi terbarukan.

Pada saat yang sama, lanjutnya, perusahaan-perusahaan besar telah mulai melakukan penyesuaian terkait isu perubahan iklim terhadap operasi mereka dengan mengintegrasikan target pengendalian perubahan iklim ke dalam model bisnis mereka.

Dialog tahunan ke-5 yang diadakan SIIA ini diikuti sekitar 350 ahli sektor industri, pimpinan-pimpinan perusahaan, pembuat keputusan dari tingkat regional.

Beberapa yang juga ikut menjadi pembicara dalam panel dialog adalah Managing Director, Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement of Golden Agri-Resources Agus Purnomo, Chief Sustainability Officer of Sime Darby Plantation Simon Lord, dan Chief Executive Officer and Executive Director, Indofood Agri Mark Wakeford.
 


 

Pewarta: Virna Puspa S
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kepala Bappenas jawab tuntas pemindahan ibu kota - Wawancara Khusus

Komentar