China sepakat tingkatkan impor dari AS kurangi defisit

China sepakat tingkatkan impor dari AS kurangi defisit

Ilustrasi perang dagang China lawan Amerika Serikat (AS). (youtube.com)

Washington (ANTARA News) - China sepakat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan impor dari Amerika Serikat guna mengurangi defisit perdagangan Amerika Serikat, kedua negara mengatakan pada hari Sabtu, meskipun tanpa menyebutkan target 200 miliar dolar Gedung Putih seperti disebut-sebut sebelumnya.

Beijing dan Washington sepakat bahwa mereka akan terus berbicara tentang langkah-langkah di mana China akan mengimpor lebih banyak komoditas dari Amerika Serikat dalam upaya menutup kesenjangan perdagangan tahunan sebesar 335 miliar dolar antara kedua negara yang mengancam akan memicu perang dagang global.

"Ada konsensus tentang mengambil langkah-langkah efektif untuk secara substansial mengurangi defisit perdagangan Amerika Serikat dengan China," kata pernyataan bersama tersebut, dikutip Reuters.

"Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus meningkat dari orang-orang China dan kebutuhan untuk pengembangan ekonomi berkualitas tinggi, China akan secara signifikan meningkatkan pembelian barang dan jasa Amerika Serikat."

Pernyataan itu mengakhiri pembicaraan bersama pada Kamis dan Jumat antara kedua negara, yang melibatkan sekretaris kabinet AS dan Wakil Perdana Menteri China Dewan Liu He.

Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan memberlakukan tarif hingga 150 miliar dolar untuk barang-barang China guna memerangi apa yang dikatakannya sebagai penyalahgunaan teknologi AS oleh Beijing melalui persyaratan usaha patungan dan kebijakan lainnya.

Beijing telah mengancam pembalasan yang sama, termasuk tarif pada beberapa produk impor terbesar dari AS, diantaranya pesawat terbang, kedelai, dan mobil.

Trump mengurangi defisit perdagangan antara Amerika Serikat dan China sebagai janji kampanye utama. Washington menuntut Cina mengurangi surplus perdagangannya hingga 200 miliar dolar, sebuah angka yang menurut sebagian besar ekonom tidak mungkin dicapai.

Pengurangan seperti itu atas dasar berkelanjutan akan membutuhkan perubahan besar dalam komposisi perdagangan antara kedua negara.

Angka ini lebih besar dari semua ekspor pertanian dan minyak tahunan global Amerika Serikat.

Pernyataan itu mengatakan bahwa China akan "memajukan amandemen yang relevan terhadap hukum dan peraturannya" untuk memungkinkan lebih banyak impor Amerika, termasuk perubahan pada undang-undang paten.

Ada kekhawatiran di antara beberapa legislator dan pakar perdagangan bahwa Trump dapat memprioritaskan pengurangan defisit perdagangan atas penanggulangan apa yang mereka katakan adalah penyalahgunaan hak kekayaan intelektual China. Setiap kesepakatan di mana China akan mengimpor lebih banyak barang dapat dengan mudah dibalik, kata para ekonom.

Pernyataan itu tidak menyebutkan apakah akan ada pelonggaran pembatasan terhadap produsen peralatan telekomunikasi China ZTE Corp (000063.SZ) (0763.HK), yang diberlakukan bulan lalu oleh Departemen Perdagangan AS.

Tindakan itu, terkait dengan pelanggaran sanksi AS terhadap Iran, melarang perusahaan Amerika menjual semikonduktor dan komponen lain ke ZTE, menyebabkan perusahaan yang berbasis di Shenzhen menghentikan operasinya.

Awal pekan ini, Trump menulit tweet bahwa ia mengarahkan Departemen Perdagangan untuk mengembalikan ZTE dalam bisnisnya dan mengatakan situasi perusahaan adalah bagian dari kesepakatan perdagangan keseluruhan dengan China, demikian Reuters melaporkan.

Baca juga: 100 asosiasi industri AS desak Kongres kurangi friksi perdagangan dengan China

Penerjemah: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar