counter

Mourinho tetap bangga meski kalah di Piala FA, kenapa?

Mourinho tetap bangga meski kalah di Piala FA, kenapa?

Jose Mourinho. (Reuters)

London (ANTARA News) - Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, mengaku tetap bangga meski timnya kalah 0-1 atas Chelsea dalam final Piala FA, di Wembley, Sabtu (19/5) malam WIB.

Mourinho merasa bangga dan tidak merasa menyesal atas kekalahan itu karena para pemain sudah berupaya untuk tampil maksimal demi mengejar ketertinggalan 1-0 atas Chelsea yang dicetak melalui penalti Eden Hazard di babak pertama.

"Pendapat saya tentang penampilan adalah setiap kekalahan memang menyakitkan, tetapi bagi saya pribadi menjadi tidak begitu menyakitkan karena kami sudah memberikan segalanya dan kami pergi tanpa penyesalan," kata Mourinho dilansir Skysports seusai laga.

"Jadi saya lebih suka kalah seperti hari ini daripada kalah seperti yang sudah terjadi, misalnya di Newcastle. Saya membiarkan pemain gembira. Bagi saya itu sangat penting," katanya.

Pencetak gol terbanyak United, Romelu Lukaku, absen tiga pekan karena cedera pergelangan kaki, sehingga hanya bermain dari bangku cadangan pada laga itu.

Baca juga: Chelsea juara Piala FA usai tundukkan MU lewat penalti Hazard

Mourinho mengatakan Lukaku memang memintanya agar tidak diturunkan sejak menit awal, kendati United sangat membutuhkan seorang target man di lini depan.

"Itu bukan keputusan saya, itu adalah keputusannya," kata Mourinho.

"Ketika seorang pemain memberi tahu tidak siap bermain, ketika dia memberi tahu belum siap untuk memulai permainan, pertanyaannya adalah 'berapa menit Anda bisa berpikir?' katanya.

Mourinho sebenarnya berharap timnya tidak kebobolan melawan Chelsea, namun ia harus mengakui kebolehan Hazard yang mencetak gol semata wayang pada laga itu.

"Saya pikir kami tidak akan kebobolan gol dalam pertandingan ini, tetapi tentu saja Hazard adalah pemain yang sangat bagus dan ia menciptakan penalti."

Baca juga: Tiga hal utama di balik kemenangan Piala FA Chelsea

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar