Pemberi rokok orangutan dihukum jadi petugas kebersihan

Pemberi rokok orangutan dihukum jadi petugas kebersihan

Ozon (22) orang utan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) yang saat ini viral akibat pengunjung memberikan rokok, beraktivitas di Kebun Binatang, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/3/2018). Selain menempuh jalur hukum, pengelola Kebun Binatang Bandung akan memberikan sanksi sosial kepada pelempar rokok dengan cara mempublikasikan foto pelempar rokok melalui media sosial dan selebaran. (ANTARA /Raisan Al Farisi)

Bandung (ANTARA News) - Deni Junaedi (27), pria yang memberikan rokok kepada orangutan pada Maret lalu, kini harus menjalani hukuman sebagai petugas kebersihan di Kebun Binatang Bandung selama tiga hari ke depan.

Pengelola Kebun Binatang Bandung menyebut pemberian hukuman ini sebagai bentuk sanksi sosial terhadap Deni atas perilaku tak terpujinya memberi rokok kepada orangutan pada awal Maret 2018 silam.

"Kami manajemen memutuskan, kami berikan sanksi sosial, dari kebun binatang meminta yang bersangkutan menjadi petugas kebersihan," ujar Marketing Komunikasi Bandung Zoo, Sulhan Syafii, di Bandung, Senin.

Sulhan mengatakan, terhitung sejak hari Senin hari ini hingga Rabu (23/5), Deni harus membersihkan area sekitar kandang orangutan dan gajah setiap pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB.

"Yang bersangkutan menjadi petugas kebersihan di area Ozon (nama orangutan) dan gajah, selama tiga hari dan selama tiga jam," katanya.

Menurut Sulhan, sanksi yang dijatuhkan kepada Deni baru dilakukan karena menunggu proses hukum formal di Polrestabes Bandung. Selain itu, bulan Ramadhan dipilih karena dianggap bulan yang tepat untuk memaafkan Deni.

"Bulan Ramadan merupakan bulan yang baik untuk memaafkan orang, yang bersangkutan juga telah meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Maka dari itu, kami hanya memberikan sanksi sebagai petugas kebersihan," katanya.

Baca juga: Kebun Binatang Bandung laporkan pemberi rokok orangutan ke polisi

Baca juga: Pemberi rokok ke orangutan serahkan diri

Baca juga: Pemberi rokok ke orangutan menyesal


Sulhan mengatakan, dengan diberikannya sanksi sosial kepada Deni, diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat lainnya untuk tidak mengganggu koleksi satwa di Kebun Binatang Bandung, apalagi memberi makan hewan yang tidak sesuai peruntukannya.

"Dalam kasus ini kita mengingatkan kalau kita punya sanksi sendiri. Kalau nanti ada yang lain seperti ini, pidana formalnya jalan, sosialnya jalan. Kita berhadap dengan sanksi sosial, bisa membuat jera," kata dia.

Sebelumnya, pada bulan Maret lalu aksi Deni terekam kamera pengunjung lain yang memberikan rokok secara sengaja ke orangutan. Video tersebut pertama kali diunggah melalui akun facebook milik Marison Gurciano.

Video tersebut kemudian viral dan membuat pihak Kebun Binatang Bandung meresponnya. Manajemen kemudian melaporkan kasus ini ke Polrestabes Bandung agar pelaku segera di tangkap.

Setelah beberapa hari dicari, pelaku kemudian menyerahkan diri dengan datang secara langsung ke Mapolrestabes Bandung serta menyesali perbuatannya.

Baca juga: Hari Pendidikan, Yayasan BOS lepasliarkan enam Orangutan ke Hutan Kehje Sewen

Baca juga: Polres Barsel gelar seminar perlindungan orangutan

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Penyerahan bayi orangutan kepada BKSDA Sampit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar