Seorang penyintas dalam kecelakaan pesawat Kuba meninggal di Havana

Seorang penyintas dalam kecelakaan pesawat Kuba meninggal di Havana

Pesawat penumpang Boeing jatuh di Kuba, menewaskan 110 orang dan melukai tiga lainnya, Jumat (18/5). (AFP)

Havana, Kuba (ANTARA News) - Seorang lagi penyintas dalam kecelakaan pesawat pekan lalu di Kuba meninggal di satu rumah sakit lokal, sehingga jumlah korban tewas jadi 112, kata media lokal pada Jumat (25/5).

"Dengan kesedihan yang mendalam, Kementerian Kesehatan Masyarakat memberitahu warga bahwa hari ini, Jumat, pukul 01.45 (12.45 WIB), telah meninggal Emiley Sanchez dari Holguin, penyintas dalam kecelakaan pesawat yang terjadi pada 18 Mei," kata satu pernyataan resmi yang disiarkan oleh stasiun negara Radio Reloj.

Sanchez (40) dirawat di rumah sakit di ruang perawatan intensif di Rumah Sakit Calixto Garcia akibat luka traumatik parah dan luka bakar akibat kecelakaan itu, kata pernyataan tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.

Baca juga: Penyintas kecelakaan pesawat Kuba dalam kondisi kritis

Tiga perempuan Kuba telah selamat ketika pesawat Boeing 737 mengalami kecelakaan tak lama setelah lepas-landas dari Ibu Kota Kuba, Havana. Dua dari perempuan tersebut sekarang telah meninggal, sehingga hanya satu penyintas, Mailen Diaz, masih dalam kondisi kritis.

Diaz (19) bereaksi dengan cara positif terhadap rangsangan syaraf dan kadangkala sadar, kata beberapa laporan sebelumnya.

Pesawat itu, yang disewa oleh perusahaan lokal Cubana de Aviacion dari perusahaan penerbangan Meksiko, sedang dalam penerbangan ke Holguin di Kuba Timur. Pesawat tersebut sedang membawa 113 orang, termasuk enam anggota awak, semuanya warga negara Meksiko, dan lima penumpang asing. Sisa penumpang di dalam pesawat adalah warga negara Kuba.

Sejauh ini, para ahli dari Lembaga Obat Legal Kuba telah mengidentifikasi 74 mayat korban.

Baca juga: Kuba pastikan 110 tewas dalam tragedi udara terburuk sejak 1989

Pemerintah Kuba sudah menemukan kedua kota hitam yang berusia data penerbangan dan masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan tersebut.

Di lokasi kecelakaan, sekitar satu kilometer di sebelah selatan bandar udara, para ahli Kuba melanjutkan pekerjaan untuk mengumpulkan bukti. Para ahli lokal bekerjasama dengan petugas dari lembaga penerbangan Meksiko, ahli dari Boeing, pembuat pesawat itu, dan personel AS dari Lembaga Keselamatan Transportasi Nasional.

Baca juga: Pesawat jatuh di Kuba, kotak hitam ditemukan dalam kondisi bagus

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar