counter

Longsor memutus dua kecamatan di Deliserdang

Longsor memutus dua kecamatan di Deliserdang

longsor, longsor jalan, ilustrasi longsor (ANTARA News/ Ridwan Triatmodjo)

Sibolangit, Sumut (ANTARA News) - Longsor yang terjadi sejak beberapa hari lalu telah memutus jalur transportasi dari Desa Bandarbaru Kecamatan Sibolangit menuju Penen Kecamatan Birubiru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Jhoni Sitepu (40), seorang warga setempat, Sabtu, mengatakan, jalan yang longsor tersebut sudah terjadi empat hari sebelumnya sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat pengangkut hasil pertanian dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

"Untuk sementara warga mengangkut hasil pertanian dengan cara melangsir atau dari jalan alternatif dengan jarak tempuh 7 Kilometer," katanya.

Ia menceritakan, dua pekan lalu ada lubang berdiameter satu meter persegi di titik lokasi.

Dengan kapasitas curah hujan tinggi dan diduga gorong-gorong di bawah jalan pecah, tanah tergerus oleh aliran air, akibat tanah sudah tergerus, tembok beton penahan tanah ukuran 2x8 meter amblas dan terjadilah longsor.

"Memang saat ini terlihat aliran paritnya kecil, namun jika hujan deras ditambah sekitar lokasi perbukitan maka volume air tinggi dan hal itulah penyebab longsor. Panjang jalan yang longsor sekitar 20 meter dan lebar 5 meter serta kedalaman 15 meter," katanya.

Plt Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars telah meninjau lokasi longsor dan mengatakan telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera mengatasi jalan yang longsor tersebut dan sebelum Lebaran diharapkan sudah selesai.

"Semoga dapat terlaksana, sehingga masyarakat yang hendak mengangkut hasil pertanian tidak terlalu lama menanggung beban," katanya.

Kadis PUPR Deliserdang, Donald P Lumbantobing mengatakan, pihaknya mengidentifikasi longsor berawal dari gotong-gorong parit yang pecah.

Langkah yang diambil di antaranya gotong-gorong akan dibuka kembali atau diperbaiki agar aliran parit dari hulu tetap mengalir, sebab jika tidak penimbunan longsor akan sia-sia.

"Usai pekerjaan itu, gotong-gorong ditutup lalu ditimbun material tanah bercampur batu. Kita segera menangani dan mudah-mudahan tuntas sebelum Lebaran," katanya.

Baca juga: Ruas jalan desa Badaro-Tobongon masih tertutup tanah longsor

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar