Dubes buka puasa bersama masyarakat Indonesia di Madrid

London (ANTARA News) - Tepat pukul 21.35 waktu Madrid, sekitar 110 masyarakat Indonesia dan warga setempat berkumpul di KBRI Madrid secara serempak membatalkan puasa bersama Dubes Indonesia di Madrid, Hermono, yang pada Jumat malam 25/5) menjadi tuan rumah acara buka puasa bersama.

Hidangan pembuka (tajil) tersaji di meja antara lain kolak pisang, kurma, dan beberapa makanan kecil. Setelah membatalkan puasa, dilanjutkan sholat magrib berjamah di aula KBRI berlokasi di Calle de Agastia 65 Madrid, demikian Pensosbud KBRI Madrid dalam keterangannya yang diterima Antara London, Sabtu.

Setelah sholat magrib diikuti dengan santap malam bersama yang merupakan moment yang ditunggu-tunggu masyarakat karena kesempatan untuk menikmati masakan khas Indonesia. Menu yang disajikan antara lain ayam bakar Singgang, gulai telur, sambal goreng ati ampela, oseng tempe cabai ijo, sayur gulai nangka, dan tidak ketinggalan sambal cabai ijo dan kerupuk.

Acara buka puasa Bersama masyarakat Indonesia yang ada di Madrid lebih dari sekedar melaksanakan ritual puasa Ramadhan tapi juga kesempatan untuk melepas kangen dan bersilaturahmi, bukan hanya yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga warga non-Muslim yang ikut meramaikan acara buka puasa bersama. Bahkan beberapa warga Spanyol yang menikah dengan warga negara Indonesia dan anak-anak hadir meramaikan acara buka puasa bersama menikmati hidangan santap malam.

Dubes Hermono yang baru bertugas di Madrid selama tiga minggu, menggunakan kesempatan buka bersama ini untuk mengenal lebih dekat dan membangun hubungan kekeluargaan dengan masyarakat Indonesia di Madrid. Pada kesempatan bertemu masyarakat Dubes menghimbau agar warga Indonesia tetap kompak dan rukun meskipun datang dari latar belakang yang berbeda.

ia juga minta masyarakat Indonesia membantu mengenalkan Indonesia di lingkungan masing-masing dan selalu menunjukkan perilaku yang terpuji sesuai budaya bangsa Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia di Madrid berprofesi sebagai Pekerja Migran dan sebagian lagi sudah menetap di Madrid cukup lama bersama keluarga. Beberapa diantaranya bahkan menikah dengan warga negara Spanyol.

Acara buka bersama berakhir sekitar pukul 23.00. Karena waktu yang sudah cukup larut maka tidak diadakan sholawat tarawih berjamaah mengingat waktu isya baru masuk sekitar pukul 23.30 sehingga terlalu larut apabila dilanjutkan dengan sholat tarawih, sementara tempat tingggal sebagaian dari warga kita cukup jauh dari KBRI.
 

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar