counter

Eksotisme maritim Sumbawa diekspose dalam Sail Indonesia 2018

Eksotisme maritim Sumbawa diekspose dalam Sail Indonesia 2018

Dokumentasi Wisatawan menikmati suasana kawasan Taman Wisata Alam Laut Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (25/8/2014). Pulau Moyo yang dijadikan Taman Wisata Alam Laut Pulau Moyo berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI no. 308/KPTs-11/1986 itu menjadi salah satu destinasi wisata laut khususnya bagi wisatawan mancanegara. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Kapal-kapal layar ini nantinya akan berkumpul di kawasan Labuhan Bajo, Flores, NTT pada awal September, untuk kemudian bersama-sama menuju lokasi puncak kegiatan di Teluk Saleh..."
Mataram (ANTARA News) - Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Moh Faozal mengatakan "Sail Indonesia 2018" yang akan dilaksanakan pada 8-22 September diyakini dapat mengangkat eksotisme maritim di Pulau Sumbawa.

"Tahun ini, Sail Indonesia akan mengangkat `branding` Sail Moyo-Tambora. Ini menjadi momentum yang baik untuk mempromosikan potensi wisata terutama wisata bahari di Pulau Sumbawa," kata Moh Faozal di Mataram, Minggu.

Ia menyebutkan, sekitar 140 yacth akan melintasi jalur Sail Moyo-Tambora di perairan Indonesia.

Para peserta mulai berlayar dari dua lokasi start berbeda, yakni sebagian dari Darwin, Australia, dan sebagian lainnya dari Singapura, mulai awal Juni.

"Kapal-kapal layar ini nantinya akan berkumpul di kawasan Labuhan Bajo, Flores, NTT pada awal September, untuk kemudian bersama-sama menuju lokasi puncak kegiatan di Teluk Saleh yang menjadi bagian dari kawasan minapolitan Samota (Saleh, Moyo, Tambora) di Pulau Sumbawa," jelasnya.

Faozal menegaskan, promosi eksotisme maritim di Pulau Sumbawa akan lebih maksimal dalam Sail Moyo Tambora 2018, sebab kegiatan ini melibatkan empat kementerian/lembaga yang juga memiliki kegiatan dalam setiap rangkaiannya

Selain Kementerian Pariwisata RI, juga didukung oleh TNI AL yang akan menggelar "Sail Pass" dan kegiatan lainnya menggunakan KRI.

Selain itu, dari sisi waktu, kata dia, para peserta dalam rangkaian Sail Indonesia dengan branding Sail Moyo-Sumbawa 2018 akan menghabiskan waktu cukup lama di wilayah NTB, 8 - 22 September.

"Rangkaiannya akan diisi dengan beragam kegiatan seperti pameran, bazar, dan aktivitas lainnya," ujarnya.

Selain itu, seperti dalam kegiatan "World Sail", para peserta pasti akan menghabiskan waktu beberapa hari di setiap pelabuhan yacth yang disinggahi.

"Jika diasumsikan 140 yacht masing-masing membawa 2-4 penumpang, maka diperkirakan potensi masuk wisatawan di NTB bisa mencapai 500 orang," ucap Faozal.

Untuk kawasan yang disinggahi, efek domino kehadiran para peserta juga akan berdampak bagi masyarakat terutama para pelaku UMKM. Sebab, para wisatawan ini akan membeli perbekalan dan juga cenderamata di destinasi tersebut.

Menurutnya, dalam Sail Moyo Tambora 2018 ini, sedikitnya lima kabupaten dan kota yang ada di Pulau Sumbawa akan mengambil bagian dalam mempromosikan potensi pariwisatanya. Sementara di Lombok, para peserta juga akan berlabuh di Pelabuhan Yacht Medana Resort di Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara.

"Tahun ini, seremoni penyambutan di Lombok akan dilakukan di kawasan Gili Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat pada 22 September," katanya.

Untuk itu, diharapkan, melalui Sail Indonesia dengan branding Sail Moyo Tambora bisa mempromosikan potensi wisata bahari NTB ke kancah internasional.

"Harapan kita tentu pariwisata NTB, khususnya di Pulau Sumbawa, bisa semakin dikenal, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terangkat," katanya.

Sambut lebaran paguyuban tionghoa gelar pasar murah

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar