Pemerintah perbaiki puskesmas di wilayah perbatasan

Pemerintah perbaiki puskesmas di wilayah perbatasan

Dokumentasi--Petugas kesehatan menyiapkan obat di Puskesmas Kalipucang, Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (28/3/2018). Pemprov Jawa Barat memberikan bantuan senilai Rp 6 miliar dari APBD 2017 untuk pembangunan puskesmas Kalipucang yang fasilitasnya setara dengan fasilitas hotel bintang tiga yang mewah. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus membangun dan memperbaiki puskesmas yang berada di wilayah perbatasan sebagai etalase Indonesia yang dilihat negara lain.

"Puskesmas ini kan berada di perbatasan antarnegara, ya ini adalah etalase kita. Jadi, harus benar-benar disiapkan dan harus kita bikin bagus," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Untung melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, untuk meninjau sejumlah puskesmas yang berada di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Beberapa puskesmas yang dikunjungi antara lain Temajuk, Paloh, dan Sajingan. Ketiga puskesmas tersebut berada di dekat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Sambas.

Kementerian Kesehatan saat ini berkomitmen menggenjot pembangunan fasilitas kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK). Saat ini sudah sekitar 84 dari 124 puskesmas di DTPK yang sudah selesai tahap pembangunannya dan mulai beroperasi, termasuk puskesmas di sekitar Sambas, Kalimantan Barat.

Untung mengapresiasi dan meyakini fasilitas kesehatan di Indonesia khususnya di perbatasan dapat menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk berobat di negaranya sendiri tanpa perlu berobat ke negara tetangga.

"Ini sudah kami bangun menjadi bagus, semoga ke depannya seluruh warga negara Indonesia atau bahkan warga negara tetangga seperti Malaysia dapat berobat di sini, di Puskesmas kita," jelasnya.

Sekretaris Desa Temajuk Panriota menjelaskan saat ini warga Desa Temajuk merasa terbantu dengan adanya puskesmas baru yang sudah dapat menangani berbagai macam penyakit.

"Banyak pasien-pasien yang tidak perlu lagi dirujuk ke kabupaten-kota, cukup tingkat kecamatan, karena semua sudah bisa diselesaikan di puskesmas ini," terangnya.

Menurut Panriota, semenjak Puskesmas Temajuk dibangun sudah tidak ada lagi kasus-kasus penyakit seperti saat sebelum puskesmas tersebut berdiri. Dia mengisahkan sebelumnya banyak kasus pasien meninggal di tengah jalan, namun saat ini sudah tidak ada lagi.

Dia juga mengatakan saat ini sudah tidak ada lagi warga negara Indonesia yang pergi berobat ke wilayah Malaysia karena fasilitas kesehatan sudah tersedia sangat dekat.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Daerah terisolasi Tambrauw Papua Barat tutup akses perbatasan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar