Timnas putri dikalahkan Thailand 0-13

Timnas putri dikalahkan Thailand 0-13

Pesepak bola Timnas Putri Indonesia Yudith Herlina Sada (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Putri Thailand Sunisa Srangthaisong (ketiga kiri) saat pertandingan persahabatan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Sumatera Selatan, Mingggu (27/5/2018). (ANTARA/Nova Wahyudi)

Palembang (ANTARA News) - Tim nasional putri Indonesia dengan status tanpa rangking FIFA dikalahkan wakil zona Asia Tenggara di Piala Dunia 2019, Thailand dengan skor telak 0-13 pada laga persahabatan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu malam.

Pertandingan baru berjalan tiga menit, tim Thailand yang terpilih mewakili kawasan Asia Tenggara di Piala Dunia 2019, sudah mampu menyarangkan bola ke gawang Indonesia melalui strikernya Taneekarn Dangda.

Perbedaan kelas antara kedua tim demikian terlihat di pertandingan ini. Dari sisi skill, pemain Thailand jauh lebih mumpuni sementara pemain Indonesia masih banyak melakukan kesalahan mendasar seperti salah umpan dan sepakan yang kurang bertenaga.

Hanya berselang satu menit setelah gol pertama, kembali tim gajah putih menceploskan gol ke gawang Indonesia yang dijaga Vera Lestari melalui Khwanrudi Saengchan.

Kemudian gol beruntun terjadi tak kunjung berhenti, pada menit ke-10 kembali melalui Khwanrudi Saengchan. Sehingga Indonesia tertinggal 0-3.

Di tengah kesulitan itu, Indonesia sempat memberikan perlawanan pada menit ke-25 melalui gelandang serang seniornya Yudith Herlina. Namun kurangnya support kecepatan dari pemain lain membuat sepakan Yudith mudah dipatahkan kiper Thailand.

Bukan hanya sulit menerapkan strategi permainan, Garuda Pertiwi juga kesulitan untuk mengimbangi kecepatan pemain Thailand yang memiliki postur lebih tinggi.

Hasilnya, gol demi gol kembali memberondong gawang Indonesia. Pada menit ke-27 Silawan Intame, menit 29 oleh Taneekarn Dangda, menit 30 oleh Ainon Phancha dan menit 34 melalui sepakan Wilaiporn Boothdung. Skor berubah 7-0 untuk Thailand.

Pelatih Timnas Satia Bagdja Ijatna terpaksa mengganti pemain untuk mengatasi kondisi ini dengan menarik kapten tim Susi Susanti untuk digantikan pemain senior Tugianti.

Permainan Timnas sempat menanjak namun kondisi ini tidak berlangsung lama karena striker Taneekarn Dangda kembali mencetak gol pada menit ke-39.

Indonesia pun kembali melakukan penggantian pemain dengan menarik Maulina untuk digantikan Rahma, dan penjaga gawang Vera Lestari digantikan Norffince Boma. Namun tetap saja, kondisi sulit bagi tim. Tim Thailand masih sempat menceploskan gol di masa injury time oleh Silawan Intame. Skor 9-0 untuk Thailand bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Thailand yang sudah unggul jauh melakukan pengganti empat pemain sekaligus.

Permainan Tim Gajah Putih semakin menanjak. Penyerang Saowalaj Pengngam langsung mencetak tiga gol. Pertandingan berakhir dengan skor 13-0 untuk Thailand setelah Sudarat Chuchuen turut mencetak gol.

Pelatih Timnas Indonesia Satia Bagdja Ijatna mengatakan para pemain banyak melakukan kesalahan sendiri karena tidak mampu mengendalikan tekanan pertandingan.

"Meski di Jakarta kami beruji coba.hingga 28 kali tapi tidak ada pertandingan yang menyamai seperti ini karena kami kesulitan mendapatkan lawan tanding di dalam negeri setelah timnas putri vakum selama tiga tahun," kata dia.

Sementara pelatih Thailand Nuengrutai Srathongvian mengatakan pada laga kedua pertemuan dengan Indonesia yang dijadwalkan tanggal 30 Mei mendatang akan dilakukan rotasi pemain.



Susunan Pemain :

Indonesia

Vera Lestari (pg), Safira Ika, Vivi Oktavia, Ade Mustikiana, Susi Susanti (c), Yudith Herlina, Maulina Novriliani, Dhanielle Dapthne, Zahra Musdalifah, Nur Laili, Mayang ZP.

Pelatih : Satia Bagdja Ijatna?



Thailand

Nattaruja Muthtanawech (pg), Kanjanaporn Saenkhun, Natthakarn Chinwong, Ainong Phancha, Pikul Khueanpet, Silawan Intame, Sunisa Srangthaisong (c), Rattikan Thongsombut, Khwanrudi Saengchan, Taneekarn Dangda, Wilaiporn Boothduang.

Pelatih : Nuengrutai Srathongvian.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar