Cegah banjir, PLN Bogor tanam 25 pohon buah-buahan di bantaran Ciliwung

Cegah banjir, PLN Bogor tanam 25 pohon buah-buahan di bantaran Ciliwung

Warga memanen timun suri yang ditanam di pinggir sungai Ciliwung, Kanal Banjir Barat (KBB), Tanah Abang, Jakarta, Jumat (11/5/2018). Minimnya lahan pertanian di Ibu Kota membuat warga memanfaatkan lahan di pinggiran sungai Ciliwung untuk bercocok tanam aneka sayuran yang kemudian hasilnya dijual ke pasar. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Bogor (ANTARA News) - Perusahaan Listrik Negara Area Bogor menanam 25 pohon buah-buahan di Daerah Aliran Sungai Ciliwung untuk mencegah banjir di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

"PLN bagian dari BUMN memiliki tanggung jawab juga dalam bidang lingkungan, menjaga alam tetap lestari," kata Manajer PLN Area Bogor, Widodo, di Bogor, Senin.

Pada Februari lalu, PLN ikut berkontribusi dalam aksi menguras Telaga Saat yang merupakan titik nol Sungai Ciliwung.

Upaya tersebut berlanjut pada Mei ini dengan melakukan penanaman pohon dalam reboisasi bantaran Sungai Ciliwung.

"Ada 25 batang pohon yang kita tanam, semuanya jenis buah-buahan," katanya.

Dia mengharapkan pohon buah yang ditanam di pinggir Sungai Ciliwung itu, dapat hidup dengan baik dan dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama dari buah yang dihasilkannya.

Upaya menjaga dan melestarikan alam, kata dia, akan terus dilakukan PLN, sebagai kontribusi nyata perusahaan milik negara itu dalam menjaga kelestarian alam.

"Kegiatan penanaman ini juga menjadi ajang edukasi masyarakat untuk bersama-sama kita menjaga lingkungan," katanya.

Saat ini, PLN Area Bogor memiliki satu juta lebih pelanggan listrik yang meliputi seluruh wilayah Kota Bogor dan sebagian wilayah Kabupaten Bogor.

Ketersediaan listrik yang aman dan lancar secara tidak langsung dipengaruhi oleh kondisi alam yang baik. Jika terjadi bencana, ketersediaan listrik juga akan berpengaruh kepada masyarakat.

Widodo menambahkan jika semua pihak sudah memiliki kesadaran yang sama untuk merawat dan menjaga lingkungan maka bencana alam dapat diminimalisasi

"Menjaga alam perlu upaya bersama, masyarakat, swasta, pemerintah, dan komunitas agar alam tetap lestari untuk anak cucu kita," kata Widodo.

Baca juga: Banjir bantaran Ciliwung, Kelurahan Cawang tergenang 1,5 meter

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar