30 jaksa ke KPK untuk studi banding pengelolaan barang bukti

30 jaksa ke KPK untuk studi banding pengelolaan barang bukti

Arsip Foto. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri) memperhatikan penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang yang disita KPK dari pengembangan operasi tangkap tangan KPK terhadap Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan ayahnya calon gubernur Sultra Asrun di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/3/2018). KPK menemukan barang bukti suap sebanyak Rp2,798 miliar dari total Rp2,8 miliar kepada Adriatma Dwi Putra dan Asrun dari Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah. Uang suap tersebut diduga akan digunakan untuk keperluan biaya politik pemilihan kepala daerah. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta (ANTARA News) - Sekitar 30 jaksa dari Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia mengunjungi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin, untuk melakukan studi banding tentang pengelolaan barang bukti.

"Rombongan diterima tim Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukri, dan Eksekusi KPK Irene Putrie dan jajarannya. Tim Labuksi KPK akan berbagi pengalaman terkait pengelolaan barang bukti baik barang bukti elektronik maupun nonelektronik," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Ia menjelaskan ke-30 jaksa yang menjabat sebagai Kepala Seksi Barang Bukti itu akan mengikuti pelatihan pengelolaan barang bukti dan barang rampasan, pengelolaan barang bukti elektronik, pengelolaan barang bukti nonelektronik, dan pengelolaan aset.

Selama kegiatan itu, menurut dia, para jaksa juga akan praktik melakukan pengecekan fisik dan pemeliharaan barang bukti kendaraan mewah.

Ia menambahkan pelatihan jaksa tersebut berkenaan dengan pembentukan unit pelacakan aset dan pengelolaan barang bukti di tingkat Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi.

Baca juga: KPK akan buat terobosan terkait pengelolaan barang sitaan
 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar