Menkeu: reformasi struktural untuk dorong pertumbuhan

Menkeu: reformasi struktural untuk dorong pertumbuhan

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) membeli gorengan sembari berbincang dengan pedagang saat mengunjungi Pasar Telukan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (26/5/2018). Kunjungan tersebut untuk berdialog dengan pedagang pasar tradisional terkait penerapan program bantuan pembiayaan yang dianggarkan pemerintah bagi para pelaku usaha kecil atau pembiayaan ultra mikro (UMi). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penguatan dalam reformasi struktural sangat penting untuk mendorong kinerja pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan banyak sekali ditentukan oleh reformasi struktural, karena confidence investasi dan ekspor sangat ditentukan oleh daya saing," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah saat ini berupaya untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi yang kontribusinya berasal dari investasi maupun ekspor.

Untuk itu, beberapa langkah mulai dilakukan untuk memperkuat keseimbangan eksternal dan memperkecil defisit transaksi berjalan yang masih terdampak oleh tingginya impor barang maupun jasa.

Langkah-langkah itu antara lain membangun infrastruktur, memberikan kemudahan usaha, memperbaiki sistem kepabeanan serta menyediakan insentif perpajakan untuk mendorong investasi industri dari hulu ke hilir.

Upaya reformasi struktural ini bisa meningkatkan daya saing, memacu produktivitas, memperbaiki iklim dan kemudahan investasi serta menguatkan struktur sektor riil.

Baca juga: IHSG Senin dibuka menguat 6,73 poin

Baca juga: Menkeu kenalkan program UMI kepada pedagang Sukoharjo

Baca juga: Pemerintah akan atasi pelemahan rupiah


Dengan berbagai upaya tersebut, ia mengharapkan terdapat peningkatan kinerja investasi dan ekspor yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.

Pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan ini dibutuhkan, karena pemerintah dalam jangka pendek sedang melakukan penyesuaian terhadap kebijakan makro yang terdampak dari tekanan eksternal.

Fokus dari kebijakan terhadap sektor makro tersebut adalah stabilisasi, agar fundamental ekonomi tidak mengalami gangguan dari global, meski risikonya bisa sedikit menekan potensi pertumbuhan.

"Namun kalau kita akselerasi reformasi struktural, bisa mengurangi tekanan dari kebijakan makro yang sedang menghadapi guncangan dari luar," ujar Sri Mulyani.

Pewarta: Satyagraha
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar