Karawang (ANTARA News) - Polres Kabupaten Karawang, Jabar, melanjutkan pemeriksaan kasus kebocoran gas PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II yang mengakibatkan puluhan warga keracunan, dengan menunggu hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

"Kasusnya masih kita tangani dan akan terus dilanjutkan pemeriksaannya," kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya, di Mapolres Karawang, Senin.

Ia mengatakan, untuk terus melanjutkan penanganan kasus tersebut, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan tim dari Puslabfor Mabes Polri.

Kapolres mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi terkait dengan kebocoran gas yang mengakibatkan puluhan warga keracunan itu.

"Sampai saat ini sudah lima orang dari perusahaan yang dimintai keterangan. Begitu juga dengan sejumlah warga, sudah dimintai keterangan," katanya.

Pihak kepolisian dari Polres Karawang menangani kasus tersebut karena bocornya gas coustic soda PT Pindo Deli II itu mengakibatkan puluhan orang keracunan.

Sebanyak 43 warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Karawang mengalami keracunan diduga akibat bocornya gas caustic soda dari sebuah pabrik kertas, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II pada Kamis (17/5) malam.

Peristiwa keracunan akibat bocornya gas pabrik kertas, PT Pindo Deli II sebelumnya juga terjadi pada Selasa (15/5). Saat itu, sebanyak 16 warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Karawang mengalami keracunan, diduga akibat bocornya gas caustic soda dari PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II.

Sebelumnya, peristiwa keracunan yang diakibatkan bocornya gas PT Pindo Deli II juga terjadi selama beberapa kali pada bulan Mei dan November 2017.

"Kejadiannya sudah terjadi beberapa kali. Karena itulah, kami lakukan pemeriksaan," kata kapolres.

Baca juga: PGN amankan kebocoran gas akibat galian LRT di Cawang

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2018