Persita evaluasi kekalahan kandang dan tandang

Persita evaluasi kekalahan kandang dan tandang

Peluncuran Tim Persita Tangerang Tim Persita Tangerang berfoto bersama pegurus seusai peluncuran di Serpong, Tangerang, Banten, Senin (17/4/2017). Persita Tangerang akan berlaga di Liga 2 Indonesia musim kompetisi 2017 - 2018. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Tangerang (ANTARA News) - Persita Tangerang, Banten, melakukan evaluasi terhadap kekalahan dalam kompetisi Liga II Wilayah Barat pada pertandingan kandang di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jabar, maupun laga tandang.

"Pemain kurang menjalani koordinasi dan komunikasi dengan rekan mereka di lapangan, sehingga kadang salah arah," kata pelatih Persita, Elly Idris di Tangerang, Selasa.

Elly mengatakan pemain lini depan dianggap kurang tajam dalam serangan padahal sudah berhadapan langsung dengan kiper lawan tapi tidak mampu mengetarkan gawang.

ia menggelar latihan selama bulan Ramadhan di lapangan Sekolah Islamic Village, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang untuk mengisi kekosongan jadwal kompetisi lanjutan 3 Juli 2018 dan sekaligus evaluasi tim.

Sedangkan latihan tersebut hanya untuk kebugaran dan taktik bertanding tanpa mendongkrak kekuatan fisik karena para pemain menjalani puasa.

Menurut dia, ketika pertandingan kandang menghadapi Aceh United, Minggu (13/5) tim berjuluk Pendekar Cisadane harus menelan pil pahit dengan skor 2-3 dihadapan penonton sendiri.

Namun untuk pertandingan tandang ke Stadion H. Agus Salim, menghadapi Semen Padang dan di Stadion Kaharudin Nasution di Pekanbaru, Riau, bahwa hasil yang diraih tanpa poin.

Padahal banyak peluang gol dalam laga ke Sumatera, tapi penyerang seakan tidak mampu menciptakan gol, meski umpan lambung yang matang sudah berhasil diberikan pemain lini tengah.

Saat ini Persita masih menduduki peringkat papan bawah klasemen sementara Liga II, posisi tersebut harus dapat diperbaiki setelah laga lanjutan nantinya.

Dia menambahkan semua instruksi sudah disampaikan termasuk kerja sama tim sangat dibutuhkan dan jangan hanya mengandalkan kekuatan perorangan.

Dalam evaluasi itu juga terlihat pemain menumpuk pada suatu lini tanpa memperhitungkan situasi, padahal pergerakan sangat dinamis dan operan bola secara cepat sangat dibutuhkan.

Untuk laga lanjutan, katanya, serangan balik dan pergerakan cepat harus diciptakan agar lawan tidak dapat mengantisipasi pergerakan tersebut.

Pelatih juga melakukan perubahan bertanding untuk mendongkrak klasemen yang semula diterapkan pola 3-5-2 diganti dengan 4-4-2 agar lini belakang mendapatkan empat palang pintu demi mengamankan gawang.

Baca juga: Elly Idris Latih Persita

Pewarta: Adityawarman(TGR)
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar