counter

Presiden sebut Indonesia kekurangan tenaga dokter

Presiden sebut Indonesia kekurangan tenaga dokter

Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia masih kekurangan tenaga dokter terutama untuk ditugaskan di daerah-daerah pelosok. (Hanni Sofia)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia masih kekurangan tenaga dokter terutama untuk ditugaskan di daerah-daerah pelosok.

"Kita masih kurang dokter terutama untuk di daerah-daerah, sangat kurang sekali," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penutupan Pengkajian Ramadhan 1439 Hijriah yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Ciracas, Selasa.

Oleh karena itu, ia menyambut baik berbagai pihak termasuk Muhammadiyah yang berencana membuka Fakultas Kedokteran pada beberapa perguruan tingginya.
Menurut Presiden, langkah tersebut semakin tidak terelakkan karena sudah menjadi sebuah kebutuhan.

"Jadi kalau Muhammadiyah mendirikan fakultas kedokteran itu memang sebuah kebutuhan," katanya.

Lebih jauh, Mantan Wali Kota Solo ini amat mendukung rencana PP Muhammadiyah membuka fakultas kedokteran dua perguruan tingginya yakni di Uhamka maupun di UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Yogyakarta.

Sebab saat ini memang sudah menjadi keharusan bagi Indonesia dalam mencetak dokter-dokter baru untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di Tanah Air.

"Saya senang sudah dapat kabar fakultas kedokteran di Uhamka dan Ahmad Dahlan sudah selesai. Ya karena kita masih kurang dokter," kata Presiden.

Dalam laporannya Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) Prof. Dr . H. Suyatno, M. Pd. mengatakan pihaknya sudah mendapatkan izin untuk membuka fakultas kedokteran di Uhamka dan UAD Yogyakarta.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan meluncurkan Gedung Fakultas Kedokteran Uhamka dan Kompleks Rumah Sakit Islam Uhamka di area seluas 5 ha yang saat ini sudah dimulai pembangunannya.

"Kampus kedokteran ini akan dibangun dalam 8 bulan sehingga tahun ajaran baru diharapkan bisa dipersiapkan sekaligus membangun rumah sakit 8 lantai," katanya.

Rumah sakit didisain khusus dengan peralatan modern yang mendukung digitalisasi dan diperkirakan menelan biaya Rp800 miliar.

"Kalau akan membangun rumah sakit lebih baik yang modern agar sesuai dengan era milenial dan digitalisasi sehingga bisa melayani masyarakat lebih baik lagi," katanya.

Pada kesempatan itu Presiden didampingi Mensesneg Pratikno, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ketua Paguyuban Masyarakat Pendatang di Papua temui Presiden Jokowi

Komentar