Dua kapal perang TNI AL ke RIMPAC 2018 di Hawaii

Dua kapal perang TNI AL ke RIMPAC 2018 di Hawaii

Dokumentasi anggota Korps Marinir TNI AL bersama Marinir Amerika Serikat berlatih bersama dalam RIMPAC M-01 2014, di Hawaii, tahun lalu. Mereka melakukan parameter tempur dalam simulasi perang kota di Marine Corps Base Hawaii (MCBH), Kaneohe Bay. Simulasi itu ntuk meningkatkan dan mempertajam kepekaan prajurit dalam pertempuran kota yang berpenduduk. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Jakarta (ANTARA News) - TNI AL mengerahkan KRI RE Martadinata-331 dan KRI Makasar-590 untuk mengikuti latihan militer maritim terbesar di dunia, Latihan Bersama Multilateral Rim of Pacific 2018, pada 25 Juni-3 Agustus 2018, di Honolulu Hawaii, Amerika Serikat.

Siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, TNI AL juga mengerahkan satu helikopter Bell-412, 8 LVT-7, dua meriam bergerak howitzer-105 milimeter, satu kompi personel Marinir, dan satu tim Komando Pasukan Katak TNI AL, sekaligus 1 tim Pelatihan Taktis Bergerak.

Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Siwi Adji, selaku inspektur upacara pemberangkatan dan pelepasan Satuan Tugas RIMPAC 2018, di dermaga Ujung, Surabaya, pada Rabu.

Operasi Satuan Tugas RIMPAC 2018 ini akan dilaksanakan selama 93 hari, pada ajang maritim dua tahunan oleh Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat dengan melibatkan negara-negara di kawasan Amerika Utara, Amerika Latin, Australia, Eropa, dan Asia.

Dalam sambutannya, Adji menyampaikan, latihan ini untuk meningkatkan interoperabilitas antar angkatan laut di Pasifik, sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan eksistensi TNI AL dalam melaksanakan operasi dan latihan bersama berskala Internasional.

RIMPAC menunjukkan komitmen negara-negara di dunia untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas di bidang keamanan maritim dalam rangka bekerja sama menjaga jalur laut, melindungi kepentingan negara di luar negeri, dan menjamin kebebasan bernavigasi di kawasan pasifik.

"Oleh karenanya sangat tepat bila tema latihan yang diambil adalah 'TNI Angkatan Laut melaksanakan Latma Multilateral Rimpac 2018 ini, dalam rangka meningkatkan profesionalisme, kemampuan tempur dan kerjasama militer dengan negara-negara sahabat'," ujar dia.

Sejak 2008 sampai dengan 2012, TNI AL telah berpartisipasi aktif dalam RIMPAC dengan mengirimkan personel Korps Marinir dan Observer. Sejak 2014 TNI AL  telah mengirimkan unsur-unsur kapal perangnya sebagai wujud kemampuan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dalam memproyeksikan kemampuan maritimnya hingga Samudera Pasifik.

RIMPAC 2018 ini, melibatkan 27 negara, yaitu Singapura, Korea Selatan, Jepang, Chile, Australia, Brazil, Amerika Serikat, Kanada, Norwegia, Peru, Brunei Darussalam, Colombia, New Zealand, Malaysia, Mexico, Belanda, Filipina, Thailand, Inggris, China, Tonga, India, dan Perancis, Jerman, Srilanka, Tonga, dan Vietnam.

Komandan Satuan Tugas RIMPAC, Laksamana Pertama TNI Agus Hariadi, mengatakan, ada beberapa latihan yang akan digelar yakni Combined Anti Submarine Warfare Exercise, Miscellaneous Exercise, Maritime Security Operation Exercise, Surface Exercise, Communication Exercise, Tactical Manuvers, RAS Approaches.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar