counter

Arus Mudik

2.500 pemudik Lebaran berlayar dari Tanjung Priok

2.500 pemudik Lebaran berlayar dari Tanjung Priok

Sejumlah penumpang kapal Pelni Nggapulu asal Makassar, Sulawesi Selatan, tiba di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/6/2018). Sebagian warga memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan arus mudik Lebaran 2018. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Jakarta (ANTARA News) - Pelaksana Tugas Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Lollan Panjaitan, mengatakan, satu kapal PT PELNI (Persero) telah berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (8/6), untuk mengangkut para pemudik ke kampung halamannya masing-masing, Sabtu (9/6).

"Yang lagi  siaga, sudah ada kapal PT PELNI untuk persiapan mudik gratis pada 9 Juni 2018," kata Panjaitan, Jakarta, Jumat. Ia mengatakan kapal tersebut akan membawa penumpang menuju Solo.

Kapal itu akan mengangkut sekitar 1.250 motor dengan jumlah penumpang diperkirakan sebanyak 2.500.

Sebelumnya, sebanyak 6.500 pemudik telah diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju berbagai daerah mulai H-15 (31/5) hingga H-7 (8/6) pagi dalam rangka menyambut Idul Fitri 1439 H.

"Terkait pencatatan kami di posko untuk arus mudik hingga hari ini sudah ada 47 pengapalan dari H-15 tanggal 31 Mei hingga hari pencatatan tadi pagi tanggal 8 Juni dengan tujuan beragam," kata dia, di Jakarta, Jumat.

Tujuan para pemudik bervariasi, di antaranya Pelabuhan Panjang di Lampung, Tanjung Perak (Surabaya), Pelabuhan Pangkal Balam (Kepulauan Bangka Belitung) dan Batam.

"Total penumpang yang turun (dari kapal yang tiba di pelabuhan) itu 6.500 orang, yang naik juga masih 6.500 orang, jadi masih berimbang. Ada yang dari luar justru mudik ke sini, ada juga yang dari sini ke sana," katanya. 

Secara terpisah, Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Siwi S Adjie, menyatakan, TNI AL menyiagakan beberapa kapal perang di kelas KRI Banjarmasin untuk membawa pemudik ke kampung halamannya. "Disiagakan di dermaga Komando Lintas Laut Militer TNI AL. Jika diperlukan langsung kami kerahkan," kata dia. 

Pewarta: Martha Simanjuntak
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar