counter

Beras Pontianak dikirim ke perbatasan Indonesia

Beras Pontianak dikirim ke perbatasan Indonesia

Ilustrasi (ANTARA /Raisan Al Farisi)

Jakarta (ANTARA News) - Aksi Cepat Tanggap menyiapkan 10 ton beras ini demi memberikan Ramadan terbaik bagi saudara sebangsa. Pada Kamis (7/6), ribuan kilogram beras tersebut akan dikemas ulang masing-masing seberat 5 kg untuk dipaketkan bersama sejumlah bahan pangan lainnya.

Pada penghujung Ramadhan kali ini, paket pangan ini akan dikirim ke masyarakat Perbatasan.

Rahadiansyah selaku Koordinator Pendistribusian Paket Pangan Ramadan untuk Masyarakat Penjaga Negeri mengungkapkan, 10 ton beras tersebut dibeli langsung dari petani di Desa Parit Keladi, Pontianak.

Jumlah tersebut, imbuhnya, dikumpulkan dari sekitar 120 petani yang ada.

“Ide ini awalnya dari relawan kami. Daripada membeli beras yang sudah dipaketkan seberat 5 kg di penyalur, mengapa kami tidak beli langsung saja dari petani? Kami ingin membantu petani-petani di sini langsung agar mendapatkan harga beras terbaik. Dengan begini, ratusan petani pun turut diberdayakan,” jelas Rahadiansyah dalam keterangan pers.

Selain beras, paket pangan yang akan didistribusikan terdiri dari minyak kelapa, gula, dan biskuit. Di Kalimantan Barat, sebanyak 2.000 paket pangan Ramadan akan diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan di tiga kabupaten. Titik kabupaten tersebut di antaranya Sanggau, Bengkayang, dan Sambas.

Selain Provinsi Kalimantan Barat, paket pangan Ramadan juga menjangkau Kalimantan Timur,  Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, dan Papua. Sementara jumlah kabupaten/kota yang disasar sebanyak 9 titik. Mereka di antaranya Sanggau, Sambas, Bengkayang, Mahakam Ulu, Nunukan, Kepulauan Anambas, Natuna, Merauke, dan Jayapura.

“Totalnya ada 10.000 paket pangan yang dibagikan ke 9 titik tersebut. Jumlahnya sama dengan paket yang dibagikan ke pelosok NTT melalui program Kapal Ramadan kemarin,” kata Rahadiansyah.

ACT Segera Lepas Kapal Kemanusiaan ke Somalia

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar