Tentara Israel tewaskan empat orang Palestina di perbatasan Gaza-Israel

Tentara Israel tewaskan empat orang Palestina di perbatasan Gaza-Israel

Tanah dan pohon hangus terlihat di perbatasan sisi Israel antara Israel dan Jalur Gaza, dekat kibbutz Or HaNer, Minggu (3/6/2018). (REUTERS/Amir Cohen)

Jerusalem, Palestina (ANTARA News) - Tentara Israel menewaskan sedikitnya empat orang Palestina, termasuk anak lelaki yang berusia 15 tahun dan melukai lebih dari 600 orang lagi, kata media Israel yang mengutip pejabat medis di Jalur Gaza.

Korban meninggal pada Jumat membuat jumlah orang Palestina yang tewas di perbatasan Jalur Gaza jadi 124 sejak protes dimulai pada 30 Maret, termasuk 60 orang yang tewas dalam satu hari pada Mei.

Taktik mematikan Israel dalam menghadapi protes telah mengundang pengutukan internasional.

Sebanyak 10.000 orang Palestina ikut dalam pertemuan terbuka di lima lokasi di dekat perbatasan Jalur Gaza-Israel pada Jumat (8/6), kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

IDF mengatakan puluhan layang-layang dan balon "yang terbakar atau membawa bahan peledak" dilepaskan dari Jalur Gaza ke dalam wilayah Israel.

"Bahan peledak dan granat dilemparkan ke arah personel IDF," tambah badan pertahanan Israel.

Tentara Israel menanggapi dengan cara pembubaran kerusuhan "sejalan dengan peraturan keterlibatan", kata IDF, sebagaimana dikutip Xinhua, Sabtu pagi. Ia menambahkan, IDF telah meningkatkan kehadiran di sepanjang pagar perbatasan.

Israel menyatakan Israel mempertahankan perbatasannya dari massa yang "melemparkan batu dan ban yang terbakar dalam upaya untuk menyeberanginya". Di satu lokasi, katanya, "dua gerilyawan Palestina melepaskan tembakan ke arah pasukannya dan beberapa orang lagi melemparkan granat".

Protes itu mencapai puncaknya saat Matahari terbenam, ketika banyak pengunjuk-rasa meninggalkan kamp perbatasan untuk berbuka puasa, mengakhiri puasa selama Bulan Suci Ramadhan.

Rakyat Palestina mengatakan peserta protes itu adalah rakyat yang memperlihatkan kemarahan mereka terhadap Israel dan untuk menuntut hak mereka pulang ke rumah yang ditinggalkan keluarga mereka atau karena keluarga mereka diusir setelah berdirinya negara Yahudi 70 tahun lalu.

Israel menyatakan demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh kelompok HAMAS, yang menguasai Jalur Gaza dan menolak hak Israel untuk ada. Israel mengatakan HAMAS "secara sengaja menyulut kerusuhan", namun tuduhan itu telah dibantah oleh Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS).

Polisi Israel mengatakan lebih dari 190.000 orang tiba di Kota Tua Jerusalem pada untuk Shalat Jumat di Kompleks Masjid Al-Aqsha. (Uu.C003)

Baca juga: Palestina perhatian Indonesia selama jadi anggota Dewan Keamanan PBB

Baca juga: Liga Arab desak upaya internasional hentikan pelanggaran Israel

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar