counter

PBB peringati Hari Samudra di tengah laporan ancaman sampah plastik

PBB peringati Hari Samudra di tengah laporan ancaman sampah plastik

Hasil tangkapan layar video yang diunggah Rich Horner yang memperlihatkan sampah di perairan Nusa Penida Bali pada 3 Maret 2018. (ANTARA News/Facebook)

PBB, New York (ANTARA News) - Di bawah bayang-bayang laporan mengenai ikan paus dan spesies lain laut yang mati setelah makan sampah plastik, termasuk sampah tas plastik, PBB pada Jumat (8/6) memperingati Hari Samudra Dunia.

Tema tahun ini berpusat pada pencegahan polusi plastik dan mendorong penyelesaian bagi samudra yang sehat, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, "Kita harus bekerja secara perorangan dan berkelompok guna menghentikan polusi semua jenis, termasuk plastik."

"Tindakan dimulai di rumah dan bersuara lebih lantang daripada kata-kata," kata Guterres, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Sabtu pagi. Ia menambahkan ia akan membawa pesannya ke pertemuan puncak G-7 pada akhir pekan ini di Quebec, Kanada, tempat ia berjanji akan mendesak semua pemerintah agar berbuat lebih banyak guna memerangi masalah itu.

PBB bermaskud memelopori dengan memberi contoh dan lebih dari 30 lembaga sekarang telah mulai bekerja guna mengakhiri penggunaan plastik sekali-pakai, kata Dujarrci.

Satu ikan paus muda yang kelaparan ditemukan pekan lalu di lepas pantai Thailand Selatan dan meskipun ada upaya untuk menyelamatkan mamalia laut tersebut oleh dokter hewan tapi ikan paus itu tetap mati, kata beberapa laporan yang beredar.

Pada penghujung Februari, beberapa ilmuwan di Spanyol menemukan 17 kilogram plastik di dalam ikan paus "sperm" muda yang telah dihanyutkan ombak ke pantai, kata beberapa laporan yang beredar. Mereka menduga sampah plastik juga membunuh ikan paus itu. (Uu.C003)
 

Pewarta: system
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mengolah sampah plastik agar berguna

Komentar